Regional

Audensi Dengan Pj Sekda KKR Ini Yang Disampaikan Primaraya

Kubu Raya – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Primaraya Kubu Raya melakukan diskusi dan audiensi dengan Pj Sekda Kubu Raya. Sebanyak 14 perwakilan PRIMARAYA melakukan audiensi Pj Sekda Kubu Raya, mahasiswa tersebut menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa asal Kubu Raya utamanya yang berkaitan dengan fasilitas di Asrama Mahasiswa Kubu Raya.

Salah satu permasalahan yang di utarakan pengurus PRIMARAYA adalah terkait pemakaian air bersih yang ada di asrama PRIMARAYA serta pembiayaannya. Dimna saat ini, terjadi pemutusan sambungan PDAM di Asrama Mahasiswa Kubu Raya di Jl Achmad Yani  Sepakat II Pontianak.

“Saat ini kami tidak mendaptkan layanan air beraih lagi karena telah diputus oleh pihak PDAM. Hal ini dikarenakan adanya tunggakan pembayaran tagihan PDAM belum dibayarkan sejak November 2017 hingga Desember 2018,” ujar Ari Wibowo Ketua Pengurus Asrama Mahasiswa Kubu Raya.

Disamping itu, para mahasiswa juga mengeluhkan kondisi bagunan yang menjadi asrama mahasiswa Kubu Raya, yang saat ini mulai mengalami kerusakan dibeberapa bagian. Sehingga para mahasiswa mengharapkan adanya perhatian pemerintah akan kebutuhan tersebut.

“Disamping itu, kami juga meminta perhatian pemerintah akan kondisi bagunan yang sudah mulai mengalami kerusakan dibeberapa bagian. Kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah kepada kami,” terang a
Ari.

Sementara itu, Pj Sekda Kubu Raya Yusran Anizam saat menerima para mahasiswa tersebut menyampaikan beberapa hal. Termasuk dalam mencari solusi atas persoalan-persoalan yang dihadapi mahasiswa di asrama.  Terkait dengan  pembayaran PDAM dan asrama secara terpisah dan tidak bisa lagi dilakukan oleh Pemerintah dengan sistem penalangan karena berbagai regulasi terkait pengawasan KPK.

Dikatakan Yusran, Pemerintah tidak dibolehkan memberikan bantuan atau pembiayaan kepada lembaga yang tidak memiliki badan hukum tetap.

“Tentu ini menjadi perhatian kita bersama, namun perlu dipahami bahwa Pemerintah tidak diperkenankan menyalurkan bantuan ataupun pembiayaan kepada lembaga-lembaga yang tidak memikiki badan hukum. Ini kendala yang kita hadapi. Bagaimanapun kita harus mematuhi regulasi yang ada karena berkaitan juga dengan pemeriksaan KPK. Untuk berikutnya akan diakomodir pembayaran secara berkala /perbulannya,” ujar Yusran.

Yusran bahkan menawarkan solusi untuk masalah air bersih tersebut. Salah satu solusi adalah pengadaan sumur bor sementara sambil menyelesaikan kewajiban dengan PDAM.  Untuk itu, akan dilakukab pengkajian dan pemeriksaan serta penelitian mengenai kemungkinan dan memastikan posisi/tempat dibuatnya sumur bor.

“Kita akan coba cari solsi dengan membuat sumur bor. Yang penting kebutuhan air bersih trpenuhu dulu sambil menunggu penyelesaian tanggung jawab kepada PDAM, agar saluran PDAM dapat diaktifkan kembali,” terang Yusran.

Dikatakan Yusran kendala yang dihadapi Pemerintah dalam membantu mahasiswa untuk persoalan seperti ini adalah regulasi. Dimana, Pemerintah hanya bisa memberi bantuan ke lembaga yang legal atau bantuan sosial, dengan badan hukum tetap.

Yusran juga memberikan  motivasi kepada mahasiswa untk kreatif dan inovatif.  Serta semangat khususnya dalam hal ekonomi kreatif sebagai penunjang aktivitas mahasiswa.

“Teman-teman juga harus lebih produktif dengan kegiatan-kegiatan yang inovatif. Bisa dengan inovasi usaha-usaha ekonomi kreatif mahasiswa sehingga dapat menunjang pembiayaan kebutuhan bersama,” ujar Yusran.

(Ibas)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top