Politik

Gubernur Kalbar Minta Bawaslu Jadi Wasit Yang Pegang Aturan

Pontianak - Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengatakan bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memegang peranan penting dalam sukses atau tidaknya serta tingkat kualitas penyelenggara pesta Demokrasi pemilu Pilres dan Pileg ini.

Saya harap, Bawaslu betul-betul menempatkan diri sebagai wasit yang betul-betul berpegang pada aturan," harap H Sutarmidji, Kamis (14/3), saat hadiri Apel Kesiapan Pengawasan Pemilihan umum di Auditorium Untan.

Dikatakannya, aturan penyelenggaraan pesta demokrasi ini sudah jelas semuanya, dan sudah sangat lengkap, bahkan sudah banyak. "Jangan sekali-kali membiarkan satu pelanggaran dianggap bukan sebuah pelanggaran lagi," ingatnya.

Karena akumulasi dari semua ini akan membuat penegakan aturan menjadi sulit, karena penegakan aturan di negara ini menjadi sulit, kalau sebuah pelanggaran sudah tidak dianggap lagi sebagai sebuah pelanggaran.

"Ketika harus ditegakkan, dikatakan telah terjadi diskriminasi. Itu yamg tidak boleh. Aturan harus kita tegakan," jelasnya.

Lalu, mantan Wali Kota Pontianak juga mencontohkan, saat ini dan diruangan ini telah terjadi pelanggaran aturan namun dibiarkan karena tidak sesuai pemasangan Lambang negara yakni Burung Garuda.

Gambar resmi Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden ditempatkan sejajar dan dipasang lebih rendah daripada Lambang Negara.

"Saya lihat disini, Lambang negara di
Pasang lebih rendah dari gambar resmi Presiden dan Wakil Presiden. Kalau saya lihat dari sini sih iya, tapi tidak tahu dari belakang. Ini contoh kecil pelanggaran yang dibiarkan," ujarnya.

Diingatkannya, yang menjadi kunci Bawaslu dalam penegakan aturan dalam Pemilu ini ada di Pileg dan Pilpres tetapi harus netral dalam penegakan.

"Saya minta Panwaslu harus netral. Tidak boleh jadi pemain. Saya tahu persis, saya pernah jadi peserta pada pemilu lalu. Panwaslu harus netral," ingatnya lagi.

Dijelaskannya, dalan Pesta Demokrasi ini dan masalah-masalah yang terjadi dalan Pileg ini dikarenakan ketidakdewasaan peserta pemilu dalam berpolitik. "Saya harap kepada peserta pemilu agar memiliki kedewasaan berpolitik," jelansya.

Disamping itu, Gubernur Kalbar juga meminta kepada Bawaslu yang menjadi petugas pelaksana pemilu yang betul-betul memiliki integritas dan jangan ada dipikiran kalian semua untuk memberikan kesempatan kepada peserta pemilu dalam melakukan hal-hal yang menyimpamg dari aturan.

(Andika)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top