Regional

Perpustakaan Pribadi Milik Syafaruddin Usman Jadi Gudang Ilmu di Kalbar

Pontianak - Ribuan buku tersusun rapi. Berurutan sesuai tema dan tahun penerbitan. Semua berjejer dalam etalase kaca yang terawat baik. Selintas di ruang baca utama terkesan sangat mengasyikkan.

Di sini ditemukan ribuan judul dan koleksi buku. Di antaranya terdapat satu rak kaca dengan dua ribuan eksemplar buku kuno dan langka.

Inilah pemandangan di perpustakaan pribadi Syafaruddin Usman di kawasan Jalan Tanjungpura Pontianak saat dikunjungi Dato’ Dr Hendri Jurnawan SH, SE SIP, MM seorang pegiat masalah hukum dan advokasi bersama Raja Tayan yang juga Ketua PWI Kalbar H Gusti Yusri SH  serta tokoh masyarakat pegiat peduli kebakaran Ateng Tanjaya.

Dalam kunjungan para sahabat yang sudah saling berteman lebih dari 20 tahun itu, mereka saling bernostalgia satu sama lainnya, bahkan Dato Hendri Jurnawan pegiat pers Kalbar kawakan ini terkesima.

“Saya kagum. Sahabat kami Syafaruddin sangat menjunjung tinggi semangat pluralis. Di sini kita temukan ribuan koleksi buku tentang masyarakat, sejarah dan kebudayaan Tionghoa”, ujar Dato Hendri Jurnawan, Kamis (14/3).

Datok Hendri menyebutkan, dirinya merasa takjub membaca banyak profil dan biografi para tokoh pejuang, di antaranya dari kalangan masyarakat Tionghoa. “Di sini, kita bisa temukan sosok figur Lo Tay Pak yang merintis Lanfang Kongsi”, ungkapnya.

Datok Hendry yang dikenal luas punya pengalaman luar negeri yang sangat banyak itu berharap banyak pihak peduli untuk kelestarian perpustakaan milik rekannya ini.

Sementara itu, Ateng Tanjaya yang pegiat dan aktifis pemadam kebakaran, menilai apa yang dilihatnya ini adalah suatu yang menakjubkan.

“Ribuan buku milik pribadi ini sungguh suatu yang tak ternilai bandingannya”, ungkap Ateng Tanjaya.

Ateng yang juga tokoh masyarakat Kalbar dikenal di lintas etnik ini menilai keberadaan ribuan buku, dokumen, arsip dan foto ini haruslah dirawat dan dilestarikan.

“Ini gudangnya ilmu, membaca itu pelita kehidupan”, papar Ateng sambil memandangi koleksi yang memenuhi seisi ruangan di lantai bawah bangunan terbilang tua di kawasan Kota Pontianak ini.

Ditambahkan Ateng, ketelatenan sahabatnya memelihara koleksi yang ada patut didukung berbagai pihak. “Pustaka ini akan sangat bermanfaat khususnya bagi generasi muda. Terlebih bagi mereka yang ingin mengenal Kalbar dengan multi etniknya”, kata Ateng yang kerap disapa Alfa Tenggo ini.

Sementara itu, Raja Pakunegara Tayan, Gusti Yusri SH yang juga Ketua PWI Kalbar itu menambahkan, hadirnya pustaka milik pribadi ini sangat banyak membantu berbagai pemustaka di daerah ini.

“Saat kita kesulitan memperoleh bahan kajian, di sini dapat ditemukan. Dan sangat membantu sekali, apalagi jika ingin memahami sejarah dan budaya Kalbar di masa lampau," kata Gusti Yusri.

Senada dengan Gusti Yusri, hal itu dibenarkan Datok Hendri Jurnawan dan Ateng Tanjaya. Bagi mereka, persahabat dan kebersamaan sangat semakin erat dengan kecintaan yang sama, yaitu sebagai masyarakat peduli kelestarian sejarah, sosial dan budaya Kalimantan Barat.

(Dika)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top