Busines

Pemkab Kubu Raya Kembali Menggalakkan Kejayaan Beras Lokal

Kubu Raya - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Pertanian setempat terus menggalakkan program pertanian guna menggalakkan kembali kejayaan program Beras Lokal Kubu Raya dengan mengadakan event Wisata Padi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Satyagraha mengatakan, dengan dikembalikannya program beras lokal ini akan menumbuh kembangkan dan membangkitkan ekonomi lokal dan menggerakkan partisipsi masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan pertanian yang ada.

“Tentunya dengan adanya program beras lokal ini akan menumbuhkan kembali kemandirian pangan kita. Untuk itu saya berharap, program bapak Bupati yang sangat baik ini mari kita sambut dan dukung dengan sangat antusis kepada seluruh Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gappoktan) yang ada di daerah ini, agar program beras lokal ini juga akan semakin menjadi bagian dari program unggulan di Kabupaten ini”, ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Satyagraha usai menggelar Panen Padi Rendengan di Desa Parit Keladi Kacamatan Sungai Kakap, Sabtu (23/03/2019).

Untuk mensukseskan program Beras Lokal ini, mantan Kapala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Kubu Raya ini mengharapkan kepada masyarakat agar dapat menyiapkan lahan pertanian dan menggalakan gotong royong terutama terhadap Gapoktan, mengingat Gapoktan merupakan kekuatan untuk keberhasilan program ini.

“Sebagaimana kita ketahui, untuk di Desa Parit Keladi ini terdapat 27 Kelompok Tani (Poktan) dan di sini merupakan sumber atau sentra dari produksi padi kita termasuk juga di Desa Pal 9, Desa Sungai Rengas dan Desa Sungai Itik dan diharapkan di Desa-desa ini dapat mendukung program pak Bupati untuk Beras Lokal Kubu Raya”, paparnya.

Di tempat yang sama Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, untuk sector pertanian, pada tahun ini, Kubu Raya sudah menyiapkan diri untuk mengembalikan lagi kejayaan beras lokal Kubu Raya yang sempat di kenal masyarakat luas pada tahun 2009 sampai 2013 lalu dan program ini akan dikembangkan dengan digelarnya event Wisata Padi.

“Untuk pertanian, In Sha Allah kita hidupkan kembali program beras lokal Kubu Raya dan saya juga sudah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang program beras kita ini dan bahkan kita coba untuk melakukan upaya-upaya dalam memperkuat kembali Standart Oprasional Prosedur (SOP) untuk hal-hal yang menyangkut program beras kita dengan pasar sistemik, termasuk pasarnya, termasuk juga produksinya”, ungkap Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

Bupati Muda menambahkan, Panen Raya Padi musim tanam Rendengan tahun 2018/2019 ini merupakan program pengembangan padi lahan sub optimal dengan melibatkan Gapoktan yang ada di Desa Paret Keladi yang menaungi 5 kelompok tani lainnya.

“Kalau dilihat di sini, hasil panennya sudah cukup baik cuman tantangannya adalah hama tikus untuk daerah Sungai Kakap ini,tapi juga ada beberapa tempat yang belum maksimal, mungkin ada yang rusak dan sebagainya. Namun dengan adanya lahan tidur yang cukup luas ini akan kita bangun kembali semuanya. “Saya inginkan program ini dilakukan langsung olah Gapoktan-Gapoktan saja, jadi sudah harus mandiri dan tidak perlu lagi ada koprasi, namun dari masing-masing Gapoktan sendiri yang belajar terkait pengemasannya. Langkah ini saya lakukan agar seluruh Gapoktan di daerah ini bisa mandiri dengan sendirinya”, paparnya.

Bupati Muda menuturkan, dalam menjalankan program Beras Lokal ini, dirinya mengajak semua Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gappoktan) yang tersebar di 118 Desa dan 9 Kecamatan untuk bersama-sama keroyokan dalam mengembalikan kejayaan program ini dengan berbagai inovasi kibijakan yang dibuat.

Terkait Ivent Wisata Padi, Bupati Menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari cara untuk membuat semua menjadi ingin tahu. Dengan adanya event Wisata Padi ini, tentunya akan memiliki seni dan nilai budaya kearifan lokal, karena hal ini akan menjadi daya tarik wisata untuk melihat langsung panen padi di daerah ini.

“Saya yakin masyarakat sudah sangat punya sadar akan wisata, karena moment Wisata Padi ini akan mendukung program beras lokal Kubu Raya dan akan di gelar disetiap kali kalender panen, misalnya bulan 5 atau bulan 6 ini ada musin tanam, tentunya orang sudah mengetahui kalendernya dan pasti ada wisata tanam padi di Kubu Raya, baik itu di Sungai Kakap maupun di daerah lainnya, dan ini akan menjadi daya tarik wisatawan untuk ikut menyaksikan momen ini”, tuturnya.

(Ibas)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top