Hukrim

Lapas Kelas II A Pontianak Gelar Bimbingan Teknis Warga Binaan

Kubu Raya - Kementerian Perindustrian terus berupaya mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) tanah air untuk tumbuh produktif, berdaya saing dan mampu menguasai pasar baik domestik maupun internasional. Oleh karena itu, Kemenperin selalu berusaha untuk mendorong Sumber Daya Manusia agar Iebih terampil sehingga memiliki daya saing yang tinggi, tidak terkecuali warga binaan Lembaga Pemasyarakatan.

Salah satu upaya tersebut yaitu dengan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pembuatan Kerajinan Kayu bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Pontianak, di JL Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kalimantan Barat pada Senin,(13/05) .Kegiatan ini merupakan tindak Ianjut dari Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka dengan Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan tentang Peningkatan Pembinaan dan Bimbingan Kemandirian Warga Binaan Permasyarakatan.

"Diharapkan setelah mengikuti bimbingan teknis ini peserta warga binaan dapat memiliki keterampi|an dan kemampuan yang baik dalam proses produksi pembuatan kerajinan kayu menjadi barang seni yang kreatif maupun untuk peningkatan kualitas dan finishing produk. Sehingga setelah selesai masa tahanannya nanti para warga binaan dapat memanfaatkan ilmu yang telah didapatnya sebagai bekal menjadi wirausaha baru,"ucap Kepala Kalapas Kelas II A Pontianak Farhan Hidayat kepada sejumlah wartawan di Pontianak.

Bimbingan teknis Pembuatan Kerajinan Kayu ini dilaksanakan selama 6 hari, dari tanggal 13 hingga 18 Mei 2019, dan diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA, dan dibuka oleh Direktur Industri Kecil Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan dan |ndustri Aneka, Ibu E. Ratna Utarianingrum. Dalam pembukaan acara ini, iuga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Rava, Ibu Norasari Arani, SE, MM.

Dalam sambutannya, Ratna menyampaikan bahwa produk kerajinan kayu asal ndonesia kerap diminati di berbagai negara. Hal ini tak lain karena kualitas karajinan kayu Indonesia yang tinggi tak hanya dari kualitas kayu, melainkan juga nilai seni yang terdapat pada produk-produk keraiinan tangan berbahan kayu yang ada di Indonesia. Tak hanya tampil sangat detail dan membuat cita rasa seni yang tinggi, produk kerajinan kayu yang ada di Nusantara juga hadir dengan ciri khas yang menjadikannya berbeda dengan kerajinan kayu lainnya.

Disamping itu, produk kerajinan kayu iuga menjadi salah satu potensi ekspor dari Indonesia, yang pada tahun 2018, ni|ai ekspor kerajinan kayu mencapai 145 Juta USD dengan tujuan ekspor terbesar ke Amerika Serikat, Jepang, Taiwan dan Belanda. Untuk itu Ratna juga memberikan dukungan dan apresiasi kepada para peserta, dan berharap agar peserta dapat membangun citra positif dan juga dapat mendorong kemajuan sektor industri kerajinan yang pada akhirnya memberi kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat khususnya di Kota Pontianak,"pungkasnya.

(Dri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top