Hukrim

Kasus Dugaan Penganiayaan AU Selesai?

Udjianti, SH. MH hakim ketua yang memimpin sidang Diversi dugaan penganiayaan AU Selasa,(14/05) Foto: Ngadri

Pontianak -Kasus dugaan penganiayaan AU (14) siswi salah satu SMP Pontianak, hari ini menjalani diversi yang ke tiga kali di ruang mediasi/diversi di Pengadilan Negeri Pontianak di Jalan Jl. Slt. Abdurrahman No.89, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat Selasa,(14/05) sekitar pukul 10 . 45 WIB.

Hakim ketua sekaligus Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak Udjianti, SH, MH usai memimpin diversi kepada sejumlah wartawan mengatakan, kasus dugaan penganiayaan terhadap korban AU masih dalam proses diversi. Proses diversi menurut Udjianti bisa berjalan selama satu bulan. Namun, dalam sidang Diversi hari ini hasilnya mengarah ada kesepakatan tapi hasil kesepakatan nya apa nanti akan ditentukan tanggal 23 Mei tahun 2019.

Sementara itu, Pangacara AU yakni, Daniel Edward Tangkau mengatakan, khasil  diversi ada menemukan kesepakatan diantaranya pihak orang tua pelaku akan meminta maaf melalui media cetak dan elektronik dan akan melakukan silahturahmi kepada korban.

"Alhamdulillah dibulan Ramdhan yang baik ini masalah Dugaan Penganiayaan ini selesai. Karena dalam permasalahan ini mereka baik korban atau pelaku merupakan anak-anak jadi kasian masa depannya kalau kasus ini terus berlanjut. Tapi mengenai sangsi sosial tetap berlanjut dan itu merupakan kewenangan Bapas,"ujarnya.

Ditempat yang sama, Deny Amiruddin pangacara dari pihak pelaku mengatakan, kasus dugaan penganiayaan selesai tidak sampai di pengadilan, dan dalam waktu dekat akan dilakukan buka puasa bersama Antara pihak keluarga AU dan pihak keluarga pelaku. Selesai dalam artiannya tetap menjalani sangsi sosial.

Terpisah, orang tua Au yakni Leni menyambut baik hasil diversi yang digelar di pengadilan negeri Pontianak. Leni mengaku sudah memaafkan perbuatan pelaku namun ia meminta pihak pelaku meminta maaf melalui media dan mengakui perbuatannya.

Sementara itu, dari Balai Pemasyarakatan Kelas II A Pontianak Panama Manurung mengatakan, sangsi terhadap tiga pelaku dugaan penganiayaan tetap dilaksanakan. Ketika sangsi dilaksanakan pelaku tidak boleh melakukan perbuatan yang sama, apabila itu terjadi maka ada sangsi sesuai dengan hasil kesepakatan hasil Diversi,"pungkasnya.

(Dri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top