Hiburan

Cara Menanam Mangga Supaya Berbuah Lebat

Foto: Ngadri/delikkalbar.com

Mangga merupakan jenis tanaman buah tahunan yang banyak digemari dan di budidayakan luas oleh masyarakat Indonesia seperti juga cara menanam apel malang . Awal mula tanaman ini berasal dari dataran India lalu kemudian menyebar ke dataran Asia hingga sampai ke Indonesia. Beberapa jenis mangga yang sudah tidak asing di telimga kita antara lain mangga golek, mangga apel, mangga manalagi, mangga arumanis, mangga kweni, pakel dan masih banyak jenis lainnya.

Setiap jenis mangga memiliki rasa dan bentuk yang berbeda namun tentu tidak menanggalkan rasa yang menjadi khas dari buah tropis yang satu ini. Mangga menjadi salah satu buah yang populer dan memiliki penggemar yang banyak dimasyarakat. Kandungan vitamin C dari buah ini sangat baik bagi tubuh, sehingga dengan rutin mengkonsumsinya maka akan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Mangga dapat di konsumsi segar atau di olah menjadi jus yang segar, kandungan vitamin C akan tetap tinggi meskipun telah di olah.

Tanaman mangga hampir dapat di tanam di semua daerah di Indonesia. Dengan kondisi tanah yang baik, tanaman ini banyak di tanam di daerah kebun, sawah, ladang, ataupun daerah pegunungan dengan lereng yang berkapasitas lahan cukup luas. Permintaan pasar akan buah yang satu ini pun cukup menjanjikan dan selalu meningkat setiap tahunnya.

Selain dikonsumsi oleh orang sehat, dalam dunia farmasi buah ini juga digunakan untuk menambah nafsu makan pasien yang berada di rumah sakit. Buah ini juga merupakan cara diet yang bagus untuk digunakan olehpasien usai operasi cesar, serta sebagai makanan tambahan bagi para penderita obesitas. Dalam dunia kecantikan, penggunaan masker mangga akan membuat wajah lebih cerah, kandungan Vitamin C alaminya mampu menangkal radikal bebas sekaligus sebagai antioksidan.

Dengan berbagai manfaat itulah, tentu memiliki tanaman mangga sendiri akan sangat menguntungkan bagi anda. Karenanya berikut 5 cara menanam mangga dengan cangkok agar  berbuah lebat seperti cara menanam mangga arumanis . Simak selengkapnya.

Tanaman mangga dapat di tanam secara generatif melalui biji, dan perbanyakan vegetatif melalui cangkok, stek, dan okulasi. Banyak pembudidaya yang menganjurkan untuk menggunakan bibit hasil cangkok.

Hal ini karena tanaman mangga yang berasal dari bibit hasil cangkok akan lebih cepat berbuah dibandingkan yang di tanam dari biji. Selain itu juga kualitas buah yang di hasilkan akan juga lebih baik mulai dari ukuran hingga rasa buah. Tentunya untuk mendapatkan tanaman mangga yang dapat tumbuh dengan baik dan optimal maka di perlukan bibit yang unggul seperti juga cara menanam strawberry di pipa.

Pilih bibit tanaman yang sehat, memiliki penampakan fisik yang baik dan tidak terdapat bekas serangan hama dan penyakit.Bibit tidak mengalami cacat, baik luka, terdapat orgam tanaman yang hilang dan bahkan mati.Warna daun, dan batangnya cerah.Pastikan bibit yang di tanam merupakan varietas yang berkualitas.Pastikan juga bahwa bibit tanaman berasal dari indukan tanaman yang produktif.

Setelah bibit siap maka tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyiapkan lahan tanam seperti pada cara menanam anggur di daerah tropis . Sebaiknya bibit mangga hasil cangkokan di tanam di lahan terbuka yang luas dan terkena cahaya matahari langsung.

Pilih lokasi tanah yang gembur dan subur.Buat lubang tanam dengan panjang x lebar x tinggi masing masing 50x50x50 cm.Kemudian masukkan kompos atau pupuk kandang kedalam lubang tanam sebanyak 3-4 kg.Diamkan selama kurang lebih satu minggu, baru setelahnya anda bisa melakukan penanaman.

Tahap selanjutnya adalah melakukan penanaman bibit mangga. Sebaiknya penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari. Tahapan penanaman dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut seperti pada cara menanam mangga alpuka.

Sebelum di tanami sebaiknya lubang tanam di taburi Furadan 3G agar mikroorganisme penganggu tidak merusak akar tanaman.Robek polibag bibit dengan hati-hati dan jangan sampai merusak akar tanaman.Kemudian masukkan bibit beserta tanahnya kedalam lubang tanam.Setelah itu tutup kembali lubang tanam menggunakan tanah galian, tutup dan ratakan serta padatkan.Bersihkan juga daerah sekitar lubang tanam dari gulma penganggu.Setelah itu, siram lubang tanam menggunakan air secukupnya, jangan sampai air tergenang karena dapat menyebabkan akar tanaman membusuk.

Tahapan selanjutnya yang harus dilakukan adalah tentunya pemeliharaan dan perawatan pada tanaman mangga sama seperti cara budidaya nanas madu .

Tahapan ini menjadi hal yang krusial karena akan menentukan kualitas dan kuantitas panen yang di hasilkan. Sebenarnya perawatan pada tanaman mangga tidak jauh berbeda dari tanaman buah lainnya.

Penyiraman dilakukan secar rutin setiap pagi dan sore hari. Namun, tentu tetap memperhatikan kondisi cuaca dan lahan tanam. Jika terlalu lembab juga tidak akan baik pada perakaran tanaman. Untuk awal masa tanam maka penyiraman harus serutin mungkin dilakukan. Dan intensitas akan berkurang ketika tanaman sudah tumbuh semakin dewasa.

Penyiangan dilakukan untuk menyingkirkan gulma yang tumbuh di sekitar area tanam. Penyiangan rutin dilakukan setiap satu minggu sekali. Pada saat bersamaan, anda juga dapat sekaligus melakukan pembumbunan. Untuk menutup akar tanaman yang muncul ke permukaan tanah.

Pemupukan dilakukan untuk mempercepat proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Anda bisa memberikan pupuk organik seperti pupuk kandang dari kotoran hewan setiap 2 bulan sekali. Sedangkan untuk pupuk anorganik anda bisa memberikan pupuk KCL pada 4 bulan pertama setelah tanam, pupuk Urea pada 4 bulan kedua dan pupuk TSP pada 4 bulan terakhir.

Dosis yang diberikan adalah sebanyak 250 gram. Pupuk dapat diberikan dengan cara membuat parit atau larikan dengan jarak 10 cm dari lubang tanaman . Kemudian taburkan pupuk di paritan tersebut dan setelahnya tutup kembali menggunakan tanah galian.

Pemangkasan dilakukan untuk membuang ranting dan daun tanaman yang tumbuh terlalu rimbun. Pemangkasan juga dapat membantu proses pembuahan tanaman yang lebih cepat. Pangkas tunas dan sisakan hanya 3-4 tunas saja. Pada tahun berikutnya lakukam pemangkasan kembali dan hanya sisakan 2-3 tunas.

Kualitas dan kuantitas hasil panen tentu perlu di tingkatkan. Ternyata hal ini dapat di lakukan dengan cara menyemprotkan polinator maru atau serbuk sari diikuti dengan pemberian hormon giberelin. Dengan cara tersebut, buah yang dihasilkan dapat meningkat hingga 1.5% atau bahkan lebih.

Untuk pengendalian hama dan penyakit secata hayati anda bisa melakukan penyemprotan pestisida dengan dosis yang rendah. Dan ketika tingkat serangan mulai meningkat maka anda dapat meningkatkan dosis pestisida yang digunakan. Lakukan penyemprotan minimal setiap 6 bulan sekali, atau saat tanaman mulai menunjukkan gejala serangan.

Bibit dari hasil cangkokan akan mulai berbuah pertama pada umur 3,5-4 tahun setelah tanam. Biasanya pada panen pertama hanya akan menghasilkan 10-15 buah per pohonnya sama seperti cara budidaya pepaya california .

Dan pada tahun kesepuluh jumlah buah yang dihasilkan bisa mencapai 300-500 buah per pohonnya. Biasanya panen berlangsung pada bulan September-Oktober setiap tahunnya. Tanda buah yang matang biasanya ditunjukkan dengan adanya satu buah yang jatuh ke tanah karena matang. Maka setelahnya segera petik buah yang sudah keras dan tua.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top