Travel

Wabup Sanggau Resmikan Dua Objek Wisata Diduga Tak Kantongi TDUP

Foto: Objek Wisata My Dream, Salah Satu Objek Wisata Yang Belum Miliki TDUP

SANGGAU - Dua objek wisata di Kabupaten Sanggau diketahui belum mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Ke dua Objek Wisata tersebut adalah Batu Posok di Desa Penyeladi Kecamatan Kapuas dan Objek Wisata My Dream di Desa Sungai Mawang Kecamatan Kapuas.

Mirisnya lagi, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot yang datang langsung melaunching kedua objek wisata tersebut. Untuk Wisata Alam Batu Posok dilauching oleh orang nomor dua di Pemkab Sanggau itu pada hari Minggu tanggal 07 April 2019. Sementara Objek Wisata My Dream yang berlokasi di Desa Sei Mayang dilaunching pada hari Kamis tanggal 23 Mei 2019.

Kasi Pelayanan Perizinan pada Diinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Sanggau, Gusti Zulmainis membenarkan bahwa kedua objek wisata tersebut belum memiliki TDUP.
"Sampai sekarang belum ada," kata Gusti Zulmaiis kepada wartawan, Minggu (26/5/2019).

Dikatakan Gusti Zulmainis bahwa TDUP sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata nomor 10 tahun 2018 juga bertujuan mewujudkan seven brand image Pemerintah Kabupaten Sanggau yakni Sanggau tertib.

Sesuai aturan, usaha pariwisata yang sudah beroperasi tetapi belum mengantongi izin bisa dikenakan sangsi. Oleh karena itu TDUP merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan sertifikasi usaha pariwisata dalam rangka peningkatan daya saing usaha pariwisata itu sendiri. Oleh karenanya, Ia mendorong agar setiap usaha pariwisata di Kabupaten ini memiliki TDUP agar dapat bersaing secara legal.

Gusti menuturkan, dengan adanya TDUP ini merupakan salah cara untuk mengangkat para pelaku usaha agar mereka benar-benar melaksanakan tugasnya secara resmi dan legalitasnya terjamin.

"Dengan TDUP bukan mempersulit namun justru memberikan dan mempelancar usaha pariwisata itu sendiri. Maka kami minta usaha pariwisata yang belum mengantongi TDUP segera diurus," pungkasnya.

Persoalan tersebut mendapat sorotan dari tokoh masyarakat Sanggau Abdul Rahim. Ia menegaskan, dua objek wisata tersebut harusnya tidak terburu-buru diresmikan. “Nah, inilah sesuatu yang terburu-buru dalam melakukan peresmian, sehingga bayak hal yang terjadi belum bisa diantisipasi dengan baik, seperti terkait keselamatan pengunjung. Ketika ada kejadian, penanganannya terkesal asal-asalan,” katanya.

Harusnya, kata Rahim, sebelum tempat wisata itu diresmikan, semuanya dipersiapkan dengan baik, dibeirkan bimbingan dari dinas instansi terkait sehingga tempat wisata yang ada betul-betul dapat dinikmati pengunjung.

“Apalagi sudah berskala berbayar, jadi tanggung jawab pengelola tertera di dalamnya, semua usaha yang dijalankan tidak ada larangan, namun semua aturan semestinya harus dipatuhi dengan baik,” timpalnya.

Kemudian, lanjut Rahim, pembinaan dan pengawasan dari dinas terkait sangat diperlukan dalam rangka menuju wisata yang aman, ramah lingkungan dan penuh tanggung jawab. “Memang di daerah Sanggau harus akan destinasi wisata, namun aturan jangan diabaikan. Secepatnya dinas terkait untuk melakukan langkah-langkah konkrit terhadap tempat wisata yang belum mengantongi TDUP. Karena hal ini sifatnya berbayar, sehingga hak dan tanggung jawabnya ada,” pungkasnya.

Sementra itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sanggau belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan tersebut.

(dra)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top