Travel

Disporapar Sanggau : Kawasan Wisata My Dream Ijin TDUP Lagi Dimohon

Foto: Objek Wisata My Dreams Yang Diresmikan Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot

SANGGAU - Terkait persoalan dua objek wisata di Kabupaten Sanggau yang belum mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), Kasi Pengembangan Destinasi Pariwisata pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sanggau Eddy Santana menyampaikan klarifikasi. Untuk objek wisata My Dream" yang terletak di Sei Mawang, pihak Pengelola sudah mengajukan permohonan rekomendasi TDUP kepada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sanggau melalui bidang pariwisata yang menangani teknis pengeluaran TDUP dimaksud.

"Untuk pengelola kawasan wisata memang seyogyanya mengantongi TDUP sebagai salah satu persyaratan berjalannya usaha pariwisata yang digeluti. Pengelola ODTW "My Dream" sudah mengajukan permohonan rekomendasi TDUP 2 minggu sebelum dilaunching pembukaannya oleh Wakil Bupati Sanggau," kata dia menjelaskan.

Pihaknya dari Tim Teknis TDUP Disporapar Kabupaten Sanggau, lanjutnya telah melakukan kajian, eninjauan dan pemeriksaan lapangan langsung kepada pengelola dan management "My Dream" untuk memastikan bahwa kawasan wisata tersebut sesuai standar pengelolaan kawasan wisata.
"Dan berdasarkan hasil pantauan dan pemeriksaan lapangan, ODTW "My Dream" layak untuk mendapatkan rekomendasi TDUP penyediaan usaha pariwisata khususnya sebagai kawasan wisata buatan. Dan hasil rekomendasi ini sudah kami naikan kepada pimpinan untuk ditandatangani. Jadi pada prinsipnya ODTW "My Dream" sudah memenuhi kewajiban untuk mengurus TDUP hanya saja saat ini masih dalam proses untuk diterbitkan TDUP oleh DPMPTSP," terangnya.

Eddy, sapaan akrabnya menambahkan, sebenarnya persoalan ini bisa dijadikan wacana dialog, karena menurut pihaknya tidak semua pengelola ODTW wajib mengantongi TDUP.
"Seperti halnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang merupakan komunitas masyarakat desa yang peduli terhadap pengembangan pariwisata di Desa atau daerahnya," ungkapnya.

Dia menyebut, Pokdarwis lebih kepada pemberdayaan masyarakat Desa dan untuk pengawasan, monitoring dan evaluasi kegiatannya ada pada Dinas terkait. TDUP lebih diarahkan kepada kepemilikan pribadi atau perseroan yang benar - benar mencari keuntungan dari usaha pariwisata yang dilakukannya. Sedangkan Pokdarwis melakukan usaha lebih untuk pemberdayaan masyarakat dan keuntungan bersama yang sifatnya tidak menguntungkan satu pihak saja.

Terpisah, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengaku kecolongan atas belum terdaftarnya ke dua objek wisata yang sempat diresmikannya itu.
"Saya kemaren ndak juga tahu, cuma sudah saya ingatkan," ujar Ontot. Ontot memastikan bahwa ke dua objek wisata tersebut wajib mengantongi izin.
"Tidak boleh tidal izin. Itukan wajib," tegasnya.

(dra)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top