Tradisi dan Makna Sungkem di Hari Raya IdulFitri

  • Whatsapp

Momen Idul Fitri bagi kebanyakan Muslim di dunia digunakan untuk melakukan silaturahmi dan saling memaafkan. Soal ada yang menggugat kesunahannya lalu memvonis silaturahmi dan minta maaf saat lebaran adalah bidah, abaikan saja. Toh itu adalah fatwa yang baru muncul akhir-akhir ini. Sedangkan mayoritas umat Islam sudah sejak lama mengamini dan melakukakan tradisi baik tersebut.

Nah, soal minta maaf saat lebaran, sebenarnya bentuk bakunya adalah “mohon maaf lahir dan batin” atau “mohon maaf lahir batin”. Lebih sempurnyanya ditambahi dengan doa تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ (semoga Allah menerima amal kita) lalu disisipi doa من العائدين و الفائزين (semoga kita termasuk golongan orang yang kembali kepada kesucian dan golongan orang yang beruntung). Barulah ditambahi permohonan maaf. Lagi-lagi abaikan saja klaim doa atau ucapan lebaran paling nyunah dari sekelompok umat Islam tertentu.

Bacaan Lainnya

Karena mungkin terlalu panjang dan setiap orang sudah paham bahwa saat Idul Fitri banyak hati yang membuka pintu maaf, maka ungkapan pun dipersingkat. Tapi ada juga yang panjang bertele-tele lho. Berikut ini macam-macamnya:

1. Lahir-Batin.

Ya… hanya kata “lahir batin” saja. Sambil salaman dengan wajah gembira khas Idul Fitri. Dengan sepasang kata itu, banyak orang yang menganggap sudah cukup untuk saling memaafkan. Begitulah. Simpel, padat, dan sambil lalu.

2. Kosong-kosong

Mirip skor pertandingan bola atau lainnya. Ungkapan kosong-kosong ini maksudnya, ya, antara kita kosong, tidak ada lagi dosa antarsesama manusia. Kesalahanku ke kamu dimaafin, kesalahmu ke aku aku maafin. Karena semua “skor” kesalahan sudah dihapus, maka antara dua orang yang mengatakan itu skornya kosong alias nol.

Model simpel dan ringkas layaknya nggak masuk hati begini biasanya dilakukan kalangan muda. Mereka yang tidak mau ribet dengan tradisi yang agak rumit.

3. Mohon Maaf Lahir-Batin

Yang ini sudah biasa. Umum, dan tidak terlalu istimewa. Semua orang, entah benar-benar sampai hati atua hanya sekedar ucapan sebatas bibir, semuanya mengucapkan ini. Mohon maaf lahir-batin. Dijawab iya, sama-sama. Bersalaman. Kalau kaum cewek biasanya plus cipika-cipiki. Kalau para cowok malah ada yang bersalaman dengan kuat, digoyangkan, plus memukul lengan kawan segala.

4. Ala Sungkeman

Nah, ini metode saling memaafkan yang paling panjang dan bertele-tele menurut ukuran anak muda sekarang. Tradisi sungkeman ini banyak dilakukan masyarakat Jawa. Biasanya usai shalat Id, para anggota keluarga berkumpul. Yang tua sudah duduk manis dan anggun. Lalu segenap anak, cucu bergantian menyalami orang tua. Posisinya si anak di bawah sambil bersimpuh lalu mencium tangan orang tua yang dalam pangkuan mereka.

Proses minta maafnya memakai bahasa Jawa Kromo Inggil atau bahasa halus. Hem, saya sendiri tidak hafal dengan runtutannya. Apalagi bagi Jawa kelahiran luar Jawa, tradisi begini sudah banyak yang luntur. Contoh tradisi sungkeman yang masih dilestarikan adalah yang tiap lebaran diadakan oleh Kraton Yogyakarta.

Dengan penggunaan Bahasa Jawa Kromo Inggil ini, sungkem terlihat sangat sakral dan penuh makna. Apalagi dilakukan dengan duduk lebih rendah dari orang yang lebih tua sambil mencium tangan. Untuk kamu yang mau melakukan sungkem dengan cara ini, alangkah baiknya pelajari dulu kalimat yang akan diucapkan.

Berikut ini ada beberapa versi kata-kata ucapan sungkem dalam Bahasa Jawa yang banyak digunakan:

“Kulo ngaturaken sugeng riyadi lan nyuwun pangapunten dumatheng sedoyo kelepatanipun lan klenta klentinipun kulo.”

“Kulo sowan wonten ing ngarsanipun Bapak/Ibu. Sepisan, nyaos sembah pangabekti mugi katur ing ngersanipun Bapak/Ibu. Ongko kalih, mbok bilih wonten klenta-klentunipun atur kulo saklimah, tuwin lampah kulo satindak ingkah kulo jarang lan mboten ndadosaken sarjuning panggalih. Mugi Bapak/Ibu kerso maringi agunging samudro pangaksami. Kulo suwun kaleburna ing dinten riyadi puniko lan ingkang putra nyuwun berkah soho pangestu.”

“Ngaturaken sembah pangabekti kawula Sepinten kalepatan kula ingkang mboten angsal idining sarak, dalem nyuwun pangapunten. Mugi lineburo ing dinten riyaya punika.”

“Kulo ngaturaken sembah ngabekti dhateng panjenengan, ugi nyuwun pangapunten ing sadeleme manah dumateng sedaya agengipun kelepatanipun tindak tanduk ingkang katingal menapa mboten katingal. Mugi mugi Allah nglebur dosa kulo lan panjenengan ing dinten riyaya meniko.”

Semoga Bermanfaat!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *