Busines

Hari Raya Idul Fitri PLN UP3 Ketapang Padam

Foto : Ilustrasi

KETAPANG, - Masyarakat Kabupaten Ketapang menyayangkan sikap Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Ketapang yang melakukan pemadaman listrik baik pada saat malam takbiran serta hari pertama hari raya idul fitri. PLN UP3 Ketapang dinilai ingkar janji lantaran tidak komitmen dengan janjinya mengenai tidak adanya lagi pemadaman listrik di Ketapang.

Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani menilai pemadaman listrik yang dilakukan PLN UP3 Ketapang pada momen hari raya idul fitri tentunya sangat menganggu masyarakat.

Menurutnya, pemadaman yang masih kerap terjadi bahkan di hari raya lebaran tentunya mengikis kepercayaan masyarakat terhadap Badan Usaha Milik Negara tersebut.

“Wajar kalau masyarakat beranggapan PLN ingkar janji karena memang kenyataannya seperti itu,” ungkapnya, Rabu (5/6)

Ia melanjutkan, apalagi sebelumnya PLN UP3 Ketapang telah menyampaikan statmen di depan awak media dan puluhan warga yang melakukan aksi damai menuntut perbaikan pelayanan, yang mana PLN UP3 Ketapang mengaku tidak akan ada lagi pemadaman listrik di Ketapang.

“Tapi kenyataannya masih saja padam dan ironisnya padamnya pada malam takbiran dan hari pertama lebaran yang merupakan
momen berkumpul masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, seharusnya pihak PLN melalui managernya bisa membuat kebijakan dan antisipasi pemadaman, apalagi alasannya karena ada pemelihaan mesin yang sudah terjadwal harusnya bisa dikomunikasikan agar pemliharaan dilakukan tidak dimomen hari raya keagamaan seperti ini.

“Kecuali pemadaman karena PLN terbakar atau mesin terbakar hangus sehingga tidak bisa ditanggulangi, ini infonya alasannya ada pemeliharaan rutin tiap lebaran terus ada batubara basah, inikan kenadala yang harusnya bisa diambil kebijakan jauh-jauh hari,” ketusnya.

Untuk itu, ia meminta petinggi-petinggi PLN tingkat Provinsi Kalbar untuk mengevaluasi kinerja bawahannya mengingat sepengatahuan dirinya keluhan atas kinerja PLN UP3 Ketapang sudah kerap di ekpos oleh berbagi media massa sehingga harus jadi perhatian serius agar tidak merusak citra PLN secara keseluruhan.

“Karena masyarakat yang memang dirugikan, mulai barang elektronik kerap rusak, aktivitas terganggu. Kami harap Ini menjadi perhatian serius, harua ada evaluasi dan mutasi dilakukan agar menjadi motiviasi jajaran PLN supaya dapat bekerja maksimal,” mintanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Manager PLN UP3 Ketapang, Wilfrid Siregar melalui Humas PLN UP3 Ketapang Wahyu hidayat mengatakan bahwa terjadinya pemadaman disebabkan karena
Pada Pukul 11.00 WIB PLTU Sukabangun Unit 1 mengalami gangguan plugging batubara yang menyebabkan lepas sinkron dari sistem, dengan kondisi tersebut, langsung ditindak lanjuti dengan cleaning batubara di bunker.

"Pada pukul 15.00 WIB PLTU Sukabangun Unit 1 proses firing kembali. Informasi dari PLTU, unit 1 diperkirakan akan masuk sistem kembali pukul 22.00 WIB. Saat bersamaan cleaning batubara, unit 2 juga lepas sinkron (OFF) pada pukul 18.14 WIB, karena didapati ada gangguan pada internal PLTU (PAF & SAF) unit 2. Sementara itu, untuk PLTU SJM (excess power) jadwal pemeliharaan rutin tahun dari 1-15 Juni 2019",katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dengan keluarnya suplay dari PLTU unit 1 dan 2  akan berdampak pemadaman beberapa pelanggan pada waktu beban puncak yakni antara pukul 17.00 WIB sampai 22.00 WIB.

"PLN UP3 Ketapang sampai saat ini terus berkoordinasi dengan PLTU Sukabangun untuk berusaha semaksimal mungkin agar dapat segera masuk sistem dan dapat memberikan pelayanan yang optimal di Kabupaten Ketapang. Dengan pemadaman hari ini kami sampaikan permohonan maaf, dan mohon doanya PLTU bisa segera suplay dengan maksimal", ungkap Wahyu Hidayat.

(Wan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top