Pendidikan

Gubernur Kalbar Resmikan Asrama SDN 02 Sempanyuk

Pontianak - Gubernur Kalbar H Sutarmidji meresmikan asrama bagi siswa siswi SDN 02 Sempanyuk di Dusun Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang.

Bangunan asrama ini hanya bersifat sementara. Solusi tercepat untuk membantu para pelajar yang sebelumnya tinggal di gubuk-gubuk atau pondok tak layak huni.

"Asrama ini hanya sementara supaya siswa menjadi nyaman," kata H Sutarmidji, Minggu (7/7) saat meresmikan asrama bagi siswa siswi SDN 02 Sempanyuk Dusun Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang.

Bangunan yang kini dialihfungsikan menjadi asrama ini, awalnya merupakan pasar yang dibangun pemerintah pusat. Sudah sekitar enam tahun pasar yang dibangun persis di sisi kiri SDN 02 Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang itu tak dimanfaatkan.

Dikatakannya, Pengalihfungsian ini menurutnya tidak masalah, apalagi aset bangunan tersebut sudah diserahkan ke Pemkab Bengkayang.

"Nah dari pada jadi bangunan yang tak ini (digunakan). Udah bagus kami jadikan asrama pelajar, kebetulan tempat tinggalnya mencar-mencar (pisah-pisah)," ujarnya.

Pemerintah Provinsi dan Pemkab setempat menurutnya sudah berupaya membantu mencarikan solusi. Karena memang kondisi yang ada, rumah para pelajar ini  letaknya sangat jauh dari sekolah.

Untuk itu mereka perlu asrama atau tempat tinggal sementara yang dekat dengan sekolah.

"Bayangkan ada yang lima jam jalan kaki (ke sekolah), akhirnya orang tua memang sudah kebiasaan membuatkan tempat-tempat (tinggal sementara), supaya mereka bisa tidak usah bolak-balik rumah ke sekolah," paparnya.

Untuk penamaan Adem yang dipilih sebagai nama asrama tersebut, menurutnya terinspirasi dari jajaran Forkopimda Kalbar. Diantaranya Pandam XII Tanjungpura, Kapolda Kalbar, Danlanud Supadio, Danlantamal serta Kajati Kalbar yang sering berguyon istilah Adem. Yakni angkatan delapan enam.

Namun khusus untuk asrama ini, orang nomor satu di Kalbar itu sudah memikirkan akronimnya. Adem merupakan singkatan dari Aman, Damai, Energik dan Mantap.

"Adem ini juga menunjukkan aura tempat yang sejuk, nah saya suruh tanam pohon di depan asrama, supaya tidak gersang, nanti saya kasi bibit matoa, rindang, buahnya juga enak," ucapnya.

Adanya bangunan baru ini kondisinya lebih representatif. Lebih bersih dan sehat, sehingga anak-anak bisa belajar lebih baik. Ke depan Midji sapaan akrabnya menilai perlu dibangun satu lagi bangunan serupa agar antara anak laki-laki dan perempuan terpisah.

"Ini kan sebelah laki, sebelah perempuan. Karena kawasan ini rumah (pelajar) jauh-jauh, mungkin ke depan kami buatkan lagi satu, murni untuk asrama," harapnya.

Midji ingin semua warga, khususnya yang tinggal jauh di pedalaman tetap bisa mengakses pendidikan. Ia juga berharap bantuan dari pihak TNI melalui Danramil dan Polri melalui Kapolsek untuk sama-sama membina asrama tersebut.

Selain itu khusus untuk Kabupaten Bengkayang, tahun depan Pemprov juga akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pemda Bengkayang dikatakan sudah menyiapkan lahan kurang lebih seluas 60 hektare untuk lokasinya.
"Nah kami buat perencanaanya di perubahan anggaran (2019), tahun depan (2020) saya pastikan sudah akan mulai dibangun," tegasnya.

Mengenai program studi apa saja yang akan dihadirkan di SMK tersebut, mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu bakal memikirkan dan membicarakan bersama pihak terkait. Yang jelas lulusan SMK itu nantinya harus bisa langsung memasuki pasaran kerja yang ada di Kalbar.

Dimana program ini juga bakal disinergikan dengan Pusat Sertifikasi Tenaga Kerja Kalbar yang bakal dibangun tahun depan.
"Jadi jangan sampai investor masuk sini, tapi tenaga kerjanya, masyarakat Kalbar hanya jadi penonton, nah kita harus siapkan SDM-nya supaya tidak ribut lagi," katanya.

Apa yang dilakukan ini menurutnya bagian dari upaya mendukung program pemerintah pusat yakni peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Yang salah satu fokus di dalamnya adalah dunia pendidikan. Midji berharap pola yang sama juga bisa diterapkan di berbagai daerah se-Kalbar. Sebab kondisi serupa, dimana tempat tinggal pelajar letaknya jauh dari sekolah juga terjadi di beberapa tempat. Perlu dibangun asrama-asrama agar warga yang tinggal jauh dari sekolah tetap bisa mengenyam pendidikan.

"Jangan sampai SDA kita habis, SDM-nya tak dibangun mau jadi apa, rugi kita," pungkasnya.

Asrama yang sifatnya sementara ini dilengkapi dengan delapan kamar dan masing-masing kamar di isi empat tempat tidur. Asrama siswa ini juga dilengkapi dengan fasilitas memasak serta fasilitas sanitasi. Acara peresmian tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Bengkayang serta forkopimda lainnya.

(Dika)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top