Regional

Tim Dinas Perkebunan Buru Oknum Pembakar Lahan di Sanggau

Foto: Dandim 1204/Sanggau Letkol. Inf. Gede Setiawan Didampingi Kapolres Sanggau, AKBP. Imam Riyadi Saat Memadamkan Api Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Yang Terjadi di Salah Satu Perusahaan Perkebunan di Sanggau.

SANGGAU - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Dis Bunnak) Kabupaten Sanggau, H. Syafriansah memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan empat perusahaan atau koorporasi yang terlibat dalam pembakaran lahan. Pada prinsipnya, Dinas Bunnak sangat mendukung upaya penegakan hukum terhadap siapapun yang terbukti secara sengaja melakukan pembakaran lahan terutama di lingkungan koorporasi.

"Siapapun pelakunya harus ditindak," kata Syafriansah.

Untuk kasus temuan titik panas /hot spot di Kabupaten Sanggau, diakuinya sudah diinvestigasi oleh tim lintas sektor yang ada.
"Dan ternyata penyebab kebakaran disebabkan oleh oknum yang masih didalami oleh petugas dilapangan," kata dia.

Secara kebetulan, lanjutnya, areal tempat terjadi hot spot berada di wilayah ijin perusahaan. Oleh karena itu sedang diupayakan data yang lengkap untuk mengetahui secara lengkap kronologis kejadiannya.
"Data di lapangan sedang dikumpulkan oleh petugas di lapangan," pungkasnya

Sebagaimama diberitakan sebelumnya, Dinas Perkebunan Kalimantan Barat merilis titik api atau hotspot di lahan konsesi milik 10 perusahan perkebunan sawit di empat kabupaten. Titik panas itu diperoleh dari citra satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang di-overlay dengan peta Izin Usaha Perkebunan (IUP).

Dari sepuluh perusahaan perkebunan dimaksud, terdapat empat perusahaan perkebunan yang berada di wilayah Kabupaten Sanggau. Perusahaan perkebubanan itu adalah PT Mitra Austral Sejahtera, PT Sumatera Jaya Agro Lestari, PT Global Kalimantan Makmur dan PT Bumi Tata Lestari.

Tentu saja, kondisi itu membuat Gubernur Kalbar Sutarmidji berang. Melalui akun resmi fanpage facebook-nya, orang nomor satu di Kalbar itu mengancam akan membekukan perijinan perusahaan perkebunan yang melakukan pembakaran lahan.

“Kebakaran hutan dan lahan terus terjadi dan berulang. Korporasi atau perusahaan adalah pelaku yang setiap tahun berulah. Penegakan hukumnya perlu diekspose terbuka oleh media agar semua masyarakat tahu. Saya akan beri sanksi dengan segera mengeluarkan peraturan Gubernur. Semua perizinan yang jadi kewenangan provinsi akan kita bekukan. Untuk pembakaran karena musim tanam akan dicarikan solusinya,” tulis Midji dalam akun fanpagenya tertanggal 7 Agustus 2019 pukul 22.32 Wib.

Menanggapi ancaman Gubernur tersebut, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot menegaskan, akan mendalami terlebih dahulu terkait informasi adanya Empat perusahaan tersebut.
“Kita teliti dulu seperti apa, kalau hanya 10 x 10 centimeter (lahan yang terbakar), tidak mungkin kita menindaknya. Tapi kalau sudah bersifat massif, luar biasa, menggangu kepentingan lain, saya kira itu perlu kita pertimbangkan, bahkan dicabut izinnya saya setuju,” katanya di kantor Pemda Sanggau, Kamis (8/8).

Politisi PDI Perjuangan Sanggau itu mengaku sependapat dengan Gubernur Sutarmidji untuk memberikan sanksi tegas jika terbukti perusahaan tersebut dengan sengaja melakukan pembakaran di lahan konsesinya. “Saya kira, statement pak Gubernur sangat benar. Dalam artian, bawah orang-orang ini lalai, karena ini bukan hanya baru hari ini, sudah berkali-kali,” tegasnya.

(dra)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top