Hukrim

Tipikor Kejati Kalbar Geledah RSUD Ade M.Djoen Sintang

Penggeledahan Berlangsung Dilakukan Tim Satuan Khusus Tipikor Di RSUD Ade M.Djoen Sintang Didampingi Kejari Sintang Rabu,(21/09) photo: Susianti

Sintang - Diduga ada tindak pidana korupsi Satuan Khusus Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menggeledah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang Rabu 21 Agustus 2019 sekitar pukul 11.00 WIB.

Penggeledahan tersebut yang dilakukan pihak Tim Khusus Tipikor Kejati Kalbar didampingi Kejari Sintang dimulai sekitar pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Tim juga terlihat memasuki ruangan Direktur RSUD di lantai 2 rumah sakit.

Sekitar pukul 11.00, tim dari Kejati meninggalkan RSUD Ade M Djoen dengan menenteng koper hitam yang dididuga berisi berkas-berkas. Kemudian, tim dari Kejati Kalbar melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di kantor Kejaksaan Negeri Sintang.

Gandi, salah satu tim dari Kejati yang melakukan penggelahan di RSUD Ade M Djoen tidak berkomentar ketika ditanyai wartawan terkait penggeledahan di RSUD Ade M Djoen Sintang.

"Untuk detailnya silakan konfirmasi ke Kejari Sintang atau menghubungi Humas Kejati Kalbar," singkatnya.

Informasi yang dihimpun media ini penggeledahan di RSUD Ade M Djoen terkait kasus alat kesehatan (alkes). Namun belum diketahui secara pasti kapan tahun pelaksanaan alkes tersebut maupun sudah sejauh mana tahapan penanganan perkara.

Direktur Rumah Sakit Ade.M.Djoen Sintang Rosa Trifina ditemui disela-sela penggeledahan mengaku ada beberapa pemeriksaan beberapa kegiatan yang ada dirumah sakit ,lantaran adanya laporan dari masyarakat yang sampai pada pihak Kejati sehingga pihak Kejati Kalbar turun ke Sintang yang dijadikan obyek pemeriksaan yaitu RSUD Sintang.

"Ya ini terkait laporan masyarakat yang sampai pada Kejati,sehingga kami pihak Rumah Sakit Ade M.Djoen yang dijadikan obyek penggeledahan,"ujarnya.

Sejauh ini dirinya mengaku belum tahu jelas apa yang dibidik pihak Kejati ini dan kasus apa. dan apabila ada yang tersandung hukum Tipikor pihaknya bakal menghargai proses hukum yang berjalan. "Pada dasarnya kami selaku institusi rumah sakit memfasilitasi terkait apa yang menjadi laporan masyarakat kami akan pro aktif menghargai proses hukum yang berlaku.

Ditanya soal penggeledahan tim Kejati titik fokusnya item apa ,pihak RSUD mengaku belum mengetahuinya.

"Untuk Di rumah sakit Ade M.Djoen Sintang kan banyak kegiatan baik itu baik dari pusat maupun daerah sehingga banyak bantuan dana pusat maupun daerah nah Pihak Kejati kesini salah satunya monetoring hal itu,"ucapnya.

Kedatangan tim Kejati yang melakukan penyelidikan dan penggeledahan di RSUD Ade M.Djoen pihaknya mengaku sebagai warning dan bentuk kehati hatian.

"Kedatangan mereka akan menjadi warnig bagi kam dan akan lebih berhati hati,"Ujarnya.

Sementara Kajari Sintang Imran yang berusaha dikonfirmasi media ini tidak dapat memberi penjelasan kasus apa yang sedang diperiksa dan digeledah pihak Kejati Kalbar di RSUD Ade.M.Djoen Sintang,mengingat posisinya sedang tidak berada di Sintang.

"Posisi saya lagi di Pontianak ,itu kewenangan pihak Kejati Kalbar dan Kejari Sintang hanya sebatas memberikan pendampingan,"tukasnya.

(Sus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top