Regional

Haru Mewarnai Diklatsar Banser di Sanggau

Usai Pembaitan, Anggota Baru Banser Tampak Menangis Dihadapan Orang Tua Mereka Minggu (8/9) Photo ; Indra

SANGGAU - Ada pemandangan yang menarik sekaligus mengharukan usai puluhan anggota banser yang mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Banser ke-6 di pondok pesantren Darul Hidayah Desa Suka Mulya Kecamatan Parindu, Minggu (8/9) sore. Mereka terlihat menangis dipangkuan ibunya saat dimeminta restu orang tuanya masuk sebagai anggita banser.

Ardi, salah satu anggora banser mengaku terharu karena bisa bergabung dengan banser. Menurutnya Banser adalah organisasi terhornat. Perjuangan Banser yang tulus ikhlas menjaga keutuhan NKRI menjadi kebanggan tersendiri baginya bisa bergabung dengan Banser.
"Saya tadi terharu, menangis dihadapan ibu saya. Saya mohon restunya supaya diizinkan dan alhamdulillah ibu mengizinkan," ceritanya.

Ketua GP Ansor Kabupaten Sanggau Hamka Surkati ditemui wartawan usai menutup Diklatsar ke-6 Banser di Pondok Pesantren Darul Hidayah Desa Suka Mulya menyampaikan menjelaskan ada tiga tantangan bangsa Indonesia pada lima tahun ke depan. Ketiga tantangan tersebut yaitu munculnya generasi baru, digitalisasi segala aspek kehidupan, dan tren intoleransi dan radikalisme yang mulai mengusik idiologi negara.

“Selain harus siap menghadapi tantangan tersebut, GP Ansor dan Banser juga harus tetap konsisten meneguhkan sikap sebagai pengawal eksistensi Islam Ahlussunnah waljamaah An-nahdliyah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar mantan komisioner KPU Sanggau itu.

Hamka menuturkan kader GP Ansor dan Banser harus mampu menganalisa dengan cermat berbagai tantangan tersebut. Lalu, merumuskan langkah yang taktis dan strategis guna menjawab kebutuhan zaman. Untuk itu, kedepan kaderisasi di Ansor dan Banser harus berjalan dengan baik dan masif.

Dikatakan Hamka, proses kaderisasi harus terus dilakukan hingga ditingkat Desa.
"Seperti yang kita lakukan hari ini. Puluhan pemuda pemudi pilihan sudah menyatakan diri siap bergabung bersama kita menjalankan amanah para ulama pendahulu. Melalui proses kaderisasi ini diharapkan lahir calon - calon penerus bangsa yang militan, cinta kepada agamanya dan cinta kepada tanah air.
"Ini juga bagian dari upaya kita mengurangi gerak langkah ataupun upaya - upaya dari sekelompok orang yang mencoba - coba merusak mental generasi muda kita dengan paham - paham yang bertentangan dengan idiologi negara dan ahlussunah waljamaah,' pungkasnya.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Ketua PCNU Sanggau Drs. Ustazd H. Toyib SA, Ketua Pondok Pesantren Darul Hidayah Desa Suka Mulya Ustazd Siswanto, Ketua pondok pesantren Al Ikhsan, Ustazd Zulqornaen, Kepala Desa Suka Mulya Supriyanto dan tokoh masyarakat setempat.

(dra)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top