Regional

Sutarmidji Mengapresiasi Wisata Literasi Nasional

Pontianak - Gubernur Kalbar H. Sutarmidji mengapresiasi dan mendukung kegiatan Wisata Literasi Nasional ini, agar mendorong masyarakat untuk membaca sejak dini hingga dewasa dan membaca menjadi gaya hidup masyarakat.

"Saya sejak Wali Kota sudah ada wisata literasi, ini merupakan sebagai mendorong orang untuk gemar membaca. Baca itu bagian dari Literasi Nasional bersama Najwa Shihab (Duta Baca Indonesia) dan Launching 1000 Buku Karya Pelajar dan Guru-guru se-Kalbar di Aula Rumah Dinas Gubernur Kalbar pada Sabtu, (07/09)

Kegiatan ini adalah program kerjasama antara Forum Indonesia Menulis dan Perpustakaan Nasional Indonesia dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat Kalbar.

Dengan membaca kita bisa menambah informasi dan ilmu pengetahuan yang kita dapatkan dari membaca, bahkan dirinya satu hari tidak membaca ada yang kurang dalam kehidupannya.

"Saya mau turun ke kantor koran belum datang saja, saya rasanya ada yang kurang hari itu. Ketika sampai ke  kantor pertama saya cari koran untuk membaca, silahkan tanyakan sama ajudan saya, saya perintah cari koran. Karena saya harus mendapatkan berita cepat," Ucap Sutarmidji Minggu, 8 September 2019.

Lanjutnya, ketika kita sudah menjadikan literatur sebagai gaya hidup artinya kebutuhan kita, style kita maka kita akan bisa sesuaikan dengan apa yang sedang berkembang.

"Ketika saya disuruh sebagai narasumber, saya melengkapi dengan artikel-artikel dengan membaca, supaya ketika menjadi narasumber kita bisa sambung apa yang akan dibicarakan. Saya sarjana hukum tapi saya tidak akan kalah ketika bicara soal teknik, bicara politik, bicara tentang hukum, bicara ekonomi, dan kebiasaan membaca apalagi dengan membaca yang baik maka itu akan jadi modal dengan perkejaan yang rumit dan banyak," katanya.

Menurutnya, cepat kerjanya otak kita itu, tergantung dari mana kita asah otaknya kita, dengan asahnya itu membaca otak kita akan bisa fresh.

"Kebanyakan orang refeshing itukan dengan berwisata untuk kembali segar kembali, literatur itu bisa juga menjadikan kita fresh dimana saja, kapan saja, tidak perlu pergi jauh-jauh kita bisa kembali fresh," tegasnya.

Adapun program pemprov Kalbar untuk menarik masyarakat  membaca salah satunya indikator desa mandiri yang mana menyiapkam perpustakaan di desa tersebut agar minta baca bisa tumbuh di desa-desa yang ada di Kalbar.

"Kita buat Balai desa, posyandu dan tempat publik ada rumah baca. Nah kita lengkapi literaturnya biar anak-anak bisa membaca," katanya.

Selain itu pemprov Kalbar juga akan memiliki pusat sertifikasi keahlian kerja dan perpustakaan digital dalam waktu dekat untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

"Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi buku itu mudah didapatkan, dan kita telah ada perpustakaan digital dan itu bisa diakses semua karena hak cipta sudah dibayar oleh negara, siapapun boleh melengkapi literatur itu. Kita maunya perbanyak perpustakaan digital, rumah baca dan buku digital lebih murah dan luas serta banyak pilihan, saya berharap semua taman dan ruang publik di kalbar ada rumah baca," harapannya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top