Hukrim

Polda Kalbar Tetapkan 58 Tersangka Pelaku Karhutla

Pontianak - Kepolisian Polda Daerah Kalimantan Barat menangani 50 kasus kebakaran hutan dan lahan, dan telah menetapkan 58 orang tersangka yang terdiri dari 56 orang tersangka perorangan dan 2 orang korporasi pada Selasa 10 September 2019.

"Dari 58 orang yang sudah di tetapkan sebagai tersangka kasusnya tersebar di beberapa polres, ada di Ketapang, Sanggau, Mempawah, Sekadau, Polresta dan Polda Kalbar," ucap Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono kepada sejumlah wartawan pada Selasa 10 September 2019.

Akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan bisa mengakibatkan kabut asap yang bisa membahayakan untuk anak yang masih kecil dan bisa menyebabkan index standar pencemaran udara (ISPU).

Didi Haryono menambahkan, kalau selama menangani kebakaran hutan dan lahan sudah melakukan langkah preventif dan persuasif dan penegakan hukum. Tapi kasus kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi dan berulang. Oleh sebab itu dilakukan langsung hukum yang tegas dan terukur.

"Untuk memproses para pelaku pembakaran hutan dan lahan instrumen nya Undang Undang Lingkungan hidup, Undang Undang perkebunan dan undang kehutanan. Dari tiga Undang Undang ini ada sangsi bagi para pelaku yang membakar lahan," ujar Didi.

Sangsi bagi para pelaku yang membakar dengan sengaja bisa dihukum 3 tahun bagi yang tidak sengaja membakar lahan, 5 tahun yang sengaja membakar lahan dan yang paling lama 10 tahun serta denda 3 Milyar.

"Saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas membakar lahan yang akan menyebabkan kabut asap dan bisa berurusan dengan hukum. Dalam situasi saat ini apabila ada warga yang membakar lahan walaupun 2 hektare tetap akan dilakukan penindakan,"tukasnya.

Sebelumnya, BMKG Pontianak memantau terdapat adanya 572 titik hotspot atau titik panas yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat. Dan titik panas terbanyak di kabupaten Ketapang.

Kepala Setasiun Badan Metereologi Kelas 1 Supadio Pontianak Erika Mardiyanti di Kubu Raya, mengatakan titik panas tersebut diketahui berdasarkan pantauan lembaga penerbangan dan antariksa Nasional (Lapan) dari 8 hingga 9 September 2019.

"Dari 572 titik hotspot rinciannya sebagai berikut, kabupaten Sambas 5, Mempawah 1, Sanggau 19, Ketapang 361, Sintang 50, Kapuas hulu 10, Bengkayang 6, Landak 1, Sekadau 8, Kayong Utara 32, Melawi 25 , Pontianak 0 dan kabupaten Singkawang 6 terdapat titik panas,"kata Erika Mardiyanti di Sungai Raya pada senin, 9 September 2019.

(Rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top