Regional

Kisruh Bantuan Pupuk di Desa Pinang Dalam, Kontraktor dan Dinas Saling Tuding

Pontianak - Bantuan pupuk Herbisida dan pupuk pelengkap cair (PPC) di Desa Pinang Dalam Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat yang dilaksanakan oleh CV Lestari belum lama ini menuai polemik.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Provinsi Kalbar Doni Saipul Bahri ketika dikonfirmasi oleh media ini mengatakan, kalau bantuan pupuk di Desa Pinang Dalam hingga saat ini belum dibayarkan kepada pihak penyedia barang sehingga belum ada kerugian uang Negara.

"Bantuan pupuk pelengkap cair (PPC) dan herbisida di Desa Pinang Dalam sumber dananya dari APBD Provinsi Kalbar tahun 2019, dan dilaksanakan oleh CV Lestari. Selain Desa Pinang Dalam bantuan juga di kecamatan Batu Ampar dan Kecamatan Terentang," Kata Doni pada Jumat, (13/09) di Pontianak.

Ia mengatakan, kelompok tani yang mendapatkan bantuan pupuk berawal dari mengajukan proposal ke tingkat kabupaten, setelah diverifikasi dan mendapatkan surat SK dari Dinas Pertanian kabupaten/kota. Kemudian Dinas Tanaman pangan Provinsi Kalbar memberikan bantuan tersebut kepada Gapoktan atau kelompok tani.

"Cuman proposal yang dari Desa Pinang Dalam saat ini tidak ada pada kami, proposal dibawa oleh perusahaan penyedia yakni CV Lestari. Karena proposal tersebut nempel di dalam kontrak," kata Doni.

Sementara itu, Direktur CV Lestari yakni Iwan membantah kalau proposal ada pada dirinya. Ia mengatakan hanya sebagai penyedia dan tidak mengetahui tentang proposal, disinggung mengenai jumlah volume pupuk di Desa Pinang Dalam Iwan juga mengatakan itu merupakan privasi CV Lestari dengan bidang Pangan Provinsi Kalbar.

"Tolonglah bang berita ini jangan diperpanjang, kasian saya nanti. Karena saya hanya sebagai penyedia dan tidak mengetahui permasalahan proposal dan yang lainnya,"ujar Iwan.

Sebelumnya Telah diberitakan Berawal adanya informasi dari warga diduga bantuan pupuk pelengkap cair (PPC) di Desa Pinang Dalam Kecamatan Kubu diduga di distribusikan tidak sesuai aturan, Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN-RI) melakukan investigasi dan klarifikasi kepada sejumlah ketua kelompok tani dan anggota di Desa Pinang Dalam.

“Ada dua ketua gapoktan yang kami konfirmasi yakni gapoktan Sumber Jaya yang diketuai oleh Masuri dan gapoktan Sami Jaya yang diketuai oleh Darno Ikum, dari gapoktan yang diketuai oleh Samuri dapat keterangan kalau dia mendapatkan bantuan pupuk pelengkap cair (PPC) merek King Tonik sebanyak 200 liter dan bantuan pupuk Herbisida merek Star Up yang dikemas dalam botol 1 liter sebanyak 140 liter dan pupuk tersebut telah dibagikan kepada 30 anggota kelompok tani,’’ ucap aktivis LPPN-RI Sarmaji kepada media ini pada Jumat, 06 September 2019.

Sementara untuk gapoktan Sami Jaya ia mengaku mendapatkan bantuan pupuk pelengkap cair (PPC) merek King Tonik sebanyak 200 liter dan pupuk Herbisida merek Star UP kemasan 1 liter untuk 1 botol sebanyak 200 liter dan sudah dibagiakn kepada 26 anggota kelompok tani sekitar tanggal 20 Agustus Tahun 2019, dan dia mengaku masih ada pupuk yang tersisa sekitar 40 botol.

‘’Dari hasil investigasi dilapangan bantuan pupuk dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holti Kultura Provinsi Kalimantan Barat tahun anggaran 2019 yang distribusikan oleh CV. Lestari memang sudah sampai kepada anggota kelompok tani. Tapi dalam proses pendistribusian ada yang janggal, karena antara data berita acara penyerahan barang dan barang yang diterima oleh petani tidak sinkron. Barang diterima oleh petani sekitar tanggal 20 Agustus, tapi berita acara penyerahan bantuan pupuk pada tanggal 4 Juli Tahun 2019,’’Ujar Sarmaji.

Selanjutnya,  kejanggalan lainya Satu diantara anggota kelompok tani yakni Musa, awalnya hanya mendapatkan bantuan pupuk Herbisida merek Star UP kemasan 1 liter 1 botol dan pupuk pelengkap cair (PPC) merek King Tonik 1 ken.

“Dengan adanya kejanggalan ini saya meminta kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pemanggilan kepada CV. Lestari sebagai rekanan dan pejabat pembuat komiten (PPK) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holti Kultura Provinsi Kalimantan Barat,’’ucapnya.

Sementara itu mantan Kepala desa Pinang Dalam Sudarso ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, kalau bantuan pupuk yang dibagikan kepada tiga kelompok di desanya yakni kelompok tani Sumber Mulyo, Sami Jaya dan Sumber Jaya ada yang kurang beres. Ketidak beresan ini terlihat dari adanya berita acara penyerahan barang berupa pupuk pelengkap cair dan pupuk Herbisida di tanggal 4 Juli Tahun 2019, tapi faktanya pupuk diterima oleh anggota kelompok tani sekitar tanggal 20 Agustus Tahun 2019.

“Pada tanggal 4 Juli tahun 2019 ada berita acara serah terima barang berupa pupuk dan berita acara tersebut ditanda tangani oleh kepala BPP Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya pak Kirno. Tapi pada waktu itu barangnya belum diterima petani ini kan ada yang tidak beres,’’ujar Sudarso.

Terpisah Kepala BPP Kecamatan Kirno ketika dikonfirmasi media ini via telepon belum menjawab, staf Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya bidang pangan mengatakan bantuan pupuk untuk warga Desa Pinang Dalam bukan berasal dari kantornya melainkan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holti Kultura Provinsi Kalimantan Barat.

Sementara itu, pejabat yang membidangi bantuan pupuk di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holti Kultura Prov Kalbar ketika hendak dikonfirmasi oleh media ini tidak berada ditempat. Begitu juga Direktur CV. Lestari belum berhasil dikonfirmasi lantaran alamat kantor yang berada di Komleks Pondok Indah Lestari Blok A.10 No. 8 Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya tidak ditemukan, salah satu warga mengatakan tidak ada kantor CV. Lestari di wilayahnya.

(dri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top