Nasional

Akibat Kabut Asap, 26 Areal Perkebunan Sawit di Ketapang Disegel KLHK

Kementerian Lingkungan hidup menyegel 26 areal perkebunan kelapa sawit di Ketapang Kalimantan barat Sabtu, (14/09) Photo : Rahmad

Ketapang - Tim Penegakan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan penyegelan 26 areal perkebunan kelapa sawit yang kebakaran di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada Sabtu, 14 September 2019. Dari 26 areal yang di segel ada 3 perusahaan Malaysia dan 1 perusahaan Singapura seluas 5.531,887 Ha, serta satu kebun milik perorangan yang telah ditingkatkan ke proses penyidikan oleh PPNS KLHK.

Selain itu, Tim Gabungan KLHK, terdiri dari Ditjen Gakkum LHK yang didukung oleh Balai Taman Nasional Gunung Palung dan DAOP Mangala Agni Ketapang juga melakukan penyegelan terhadap areal kebakaran lahan di dua lokasi konsensi perkebunan milik PT.KAL dan PT.LS di Kabupaten Ketapang.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ir. Sustyo Iriyono yang juga selaku Koordinator Bidang Pelanggaran Tim Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kementrian LHK mengatakan,” bahwa penyegelan diawali dengan monitoring hot spot dan fire spot, serta analisis spasial di Intellugence Center Ditjen Gakkum LHK untuk selanjutnya dilakukan pengecekan lapangan.

“Penyegelan dilakukan sebagai langkah awal untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut dan apabila cukup bukti akan dilanjutkan dengan proses penyidikan.”Ujar Sustyo Iriyono.

Para pelaku Karhutla akan dijerat dengan pasal 98, 99, 108 dan pasal 116 UU nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda 10 Milyar.

Penindakan hukum yang dilakukan, selain untuk menindak tegas pelaku kejahatan karhutla yang telah menganggu aspek kehidupan manusia, juga sebagai upaya penyelamatan keberadaan dan satwa liar. Seperti yang kita saksikan salah satu habitat terpenting orangutan di kawasan ekosistem esensial koridor orangutan Lanskap Sungai Putri Gunung Palung Kabupaten Ketapang telah terkepung api dan asap karhutla yang mengancam kehidupan orangutan. Dalam hal ini, Ditjen Gakkum LHK juga berkoordinasi dengan Pemprov Kalbar, Kepolisian dan TNI guna sinergitas dalam penanganan karhutla.

Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Subhan S.Hut menambahkan, Balai Gakkum LHK Kalimantan akan terus melakukan pemantauan, pengawasan, dan penindakan terhadap pelaku kejahatan karhutla.”Tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK, Rasio Ridho Sani menegaskan,” bahwa upaya ini merupakan bentuk dari keseriusan dan komitmen Kementerian LHK dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup.

“Kebakaran hutan dan lahan merupakan acaman yang serius terhadap kerusakan ekosistem hutan dan lingkungan hidup. Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga telah menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang sangat tinggi, mulai dari gangguan kesehatan masyarakat, proses belajar anak sekolah terganggu dan bahkan mengancam keselamatan jiwa manusia.”pungkasnya.

(Rah)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top