Regional

PMI Pontianak Distribusikan 6000 Ribu Liter Air Bersih Kepada Warga

Pontianak – Musim Kemarau melanda Kalimantan Barat, sudah sekitar dua bulan terakhir ini. Selain dampaknya terjadi kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan, kesulitan air bersih dialami sejumlah warga Gang Amantubillah, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat.

Mendapatkan informasi, warga Gang Amantubillah kesulitan mendapatkan air bersih. Palang Merah Indonesia Kota Pontianak bergerak cepat memberikan bantuan 6.000 Liter air bersih Kepada Warga.

“Kami di sini, untuk mandi, mencuci dan masak menggunakan air kolam, jadi kalau lagi kemarau begini sangat susah bagi kami. karena kolamnya kering sekarang,”kata Marzuki pada Jumat, 20 September 2019.

Lebih lanjut, Marzuki menambahkan kalau selama lebih dari dua bulan tidak turun hujan, ia dan warga lain selalu membeli air bersih untuk keperluan sehari-hari. Air bersih yang didapatkan pun terbilang mahal, untuk 1200 liter misalnya, warga harus membayar Rp150 ribu.

Sementara, Kompol Salbiah, Wakil Ketua Bidang Bencana dan Bantuan PMI Kota Pontianak mengatakan, sasaran bantuan air bersih ini ada di enam titik se-Kota Pontianak, yang terdampak kekeringan. Menurutnya, bantuan ini merupakan kerjasama antara PMI Kota Pontianak dan Markas Daerah PMI Kalbar dengan PDAM Tirta Khatulistiwa.

“Selama ini orang menanggap PMI hanya untuk donor darah, padahal ini yang selalu kami lakukan juga, yakni bantuan sosial untuk warga yang terdampak kekeringan, akibat kemarau panjang ini, agar mereka tidak terkena Muntaber, karena menggunakan air kotor dari sisa-sisa air di kolam,”ujar Syarifah Salbiah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Pontianak, dr. Sidiq Handanu menyebutkan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran ke seluruh Puskesmas se-Kota Pontianak untuk mewaspadai penyakit ikutan selama kemarau dan kabut asap.

“Kami sudah kirimkan surat. Jadi warning ini bukan hanya untuk ISPA, tapi juga penyakit ikutan seperti diare, muntaber dan hepatitis. Ini bisa terjadi karena kekeringan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak makan dan minum sembarangan,” tukasnya.

(Rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top