Nasional

Garuduk DPRD, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa Ketapang

Massa mahasiswa di kabupaten Ketapang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada Kamis, ( 26/09) Photo: Asmun

Ketapang - Aksi Unjuk Rasa menolak revisi UU KPK dan RKUHP terjadi dibeberapa kota besar di Indonesia. Aksi protes menolak revisi Undang-undang tersebut juga terjadi di kabupaten Ketapang yang digelar ratusan mahasiswa di kantor DPRD Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada Kamis, 26 September 2019.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, ada salah satu mahasiswa yang membawa poster unik bertuliskan"tidak ada sistem yang aman" DPRD down.

Ketika menggelar aksi, mahasiswa menuntut DPRD Ketapang menolak revisi UU KPK dan RKUHP, selanjutnya meminta kepada Pemkab kabupaten Ketapang agar memberikan pelayanan secara gratis kepada masyarakat yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Kami menuntut kasus kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap dan menyebabkan masyarakat mendey infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dan kami minta perusahaan yang terlibat koorporasi harus di tindak tegas dan di berikan hukuman setimpal,"kata ketua aksi unjuk rasa Hengki setiawan kepada wartawan.

Lebih lanjut, Hengky menambahkan, kalau kebakaran hutan dan lahan di kabupaten ketapang sudah lama dan menjadi dilema setiap tahunnya.
dan kami mahasiswa tidak akan tinggal diam akan turun kejalan untuk mengingatkan penegak hukum agar menegakan keadilan,"katanya.

Poin Nota Kesepakatan sebagai berikut.

1.Meminta DPRD aketapang untuk mendesak DPR RI mengkaji UU KPK melalui Mahkamah Konsitusi.

2.Mendesak DPR RI untuk melakukan peninjauan kembali terhadap pasal -pasal yang di anggap tudak berpihak kepada rakyat di dalam UU RKUHP.

3 Memberikan sangsi dan mencabut izin perusahaan yang memyebabkan kebakaran.

4.Menuntut pemerintah untuk menyediakan pelayanan kesehatan secara gratis kepada penderita ispa yang di sebabkan oleh asan kebakaran hutan.

5.Mendesak pemerintah agar perusahaan tidak melakukan aktifitas apapun di lahan yang terbakar.

Begitulah nota kesepakatan yang di sampaikan oleh perwakilan mahasiswa saat melakukan aksi di halaman kantor DPRD ketapang.

(As)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top