Olahraga

Miris! Fasilitas Atlet Angkat Berat di Pontianak Minim

Gedung tempat berlatih cabang olahraga angkat berat di stadion Sultan Abdurrahman Pontianak Sabtu, (05/10) Photo: Ngadri

Pontianak – Keberhasilan seorang atlet cabang olahraga, tentu harus dibarengi dengan latih yang keras, dan ditunjang dengan fasilitas tempat berlatih yang memadai supaya meraih prestasi gemilang sesuai yang diharapkan.

Namun, sayangnya tempat berlatih cabang Olahraga angkat berat untuk atlet Difabel di kawasan stadion Sultan Abdurrahman masih menumpang milik Papsi provinsi Kalbar, tempat berlatih Tersebut juga terlihat sederhana dan masih menggunakan bahan kayu dan seadanya.

Pelatih cabang olahraga angkat berat anak difabel Suhardi, meminta kepada Pemerintah Provinsi Kalbar supaya memperhatikan fasilitas tempat berlatih dan gedung yang sudah puluhan tahun masih menumpang kepad Papsi Provinsi Kalbar.

” Saya melatih cabang olahraga angkat berat ini sudah sejak tahun 2003, sudah puluhan tahun. Tapi hingga saat ini belum ada perhatian pemerintah baik membangun gedung atau membantu fasilitas supaya atlet berlatih semakin semangat,” kata Pelatih cabang olahraga angkat berat Suhardi pada Sabtu, 5 Oktober 2019.

Jumlah atlet yang dilatih ada 15, kelas putri angkat berat 41 kg hingga 85 kg, dan untuk putra dari kelas 49 hingga 125 kg.

Suhardi kemudian menambahkan, olahraga angkat berat yang dilatihnya dibawah naungan National Paralympic Comitte (NPC) sudah banyak meraih sejumlah prestasi dari beberapa kejuaraan. Dan pernah beberapa kali memperoleh mendali emas di tingkat nasional.

Pada tahun 2004 cabang olahraga angkat berat mendapatkan mendali emas pada pekan olahraga cacat nasional di Palembang, kemudian pada tahun 2098 pada Pekan Paralimpik nasional 2008 mendapatkan tiga mendali emas, dari atlet Yuliana lili, Agustina dan Nurjanah.

Pekan Paralimpik nasional di Bandung tahun 2016 kembali mendapatkan satu mendali emas, tiga perak dan dua perunggu. Atlet tersebut Ahmad Fauji, Rosalina, Vivi Utami, asak dan Stepanus Joni.

“Untuk tahun 2020 ada dua atlet yang dipersiapkan mengikuti kejuaraan Paragame di Vietnam dan saat ini kedua atlet difabel sedang menjalani pelatnas di solo,” kata Suhardi.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis pihak kantor KONI Provinsi Kalimantan Barat belum bisa dikonfirmasi. Ketika media ini ingin meminta konfirmasi, kantor KONI dalam keadaan tertutup dan terlihat sepi.

(Dri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top