Regional

Warga Mempawah Temukan Ratusan Barang Antik

Warga mempawah menemukan di duga barang antik Sabtu, (5/10) Photo: Hamjah

Mempawah – Puluhan pekerja bangunan rumah secara tak sengaja menemukan barang pecah belah yang diduga barang antik tertanam didalam tanah, sontak saja kabar tersebut membuat heboh warga Jalan A Djaelani, RT 34/RW. 07 Kelurahan Terusan Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat Sabtu, 5 Oktober 2019.

Yan Caka (48) kepada awak media mengatakan penemuan barang barang antik merupakan peninggalan masyarakat etnis Tionghoa.

Sebab pada ratusan mangkok yang tertanam ada yang bertuliskan seperti tulisan aksara warga tionghua, untuk lebih jelas dirinya tidak mengetahui apa arti tulisan tersebut.” terangnya.

Ia menceritakan penemuan ratusan mangkok,pertama kali secara tak disengaja ditemukan oleh anak buahnya,yang sedang melakukan penggalian untuk membuat pondasi proyek perumahan.

“Saat sedang melakukan penggalian untuk membuat pondasi rumah mata penggali yang digunakan oleh pekerjanya tersentuh, dengan benda keras dan berbunyi seperti terkena pada barang yang mudah pecah,”Jelasnya.

Sehingga membuat para pekerja nya menjadi penasaran, dan terus melakukan penggalian secara perlahan.

“Saat digali, ternyata benda benda pecah belah tersebut,berupa tempayan pasuk yang berukuran kecil dan kondisinya telah rusak, pecah karena terkena mata penggali.

Melihat temuan tersebut para pekerja merasa penasaran kemudian terus melakukan penggalian alhasil usaha mereka tak sia sia mereka kembali menemukan barang barang lainya seperti mangkok, pelita penerangan, tempayan pasuk, dan benda lainnya, semua terlihat seperti benda benda kuno.

Tak tanggung tanggung temuan tersebut berjumlah ratusan buah dari beberapa jenis temuan

“Semuanya bisa sekitar ratusan, baik mangkok kecil, pasuk, maupun benda yang lainnya,”tegasnya

Setelah ditemukan benda yang diduga barang antik tersebut, langsung dibersihkan, dan dibawa pulang oleh para pekerjaannya. “Semuanya sudah kami bawa pulang,”katanya

Yan Caka menjelaskan berdasarkan cerita dan keterang keterangan orang orang tua dahulu. Memang di kawasan jalan A Jaelani tersebut, banyak dihuni oleh warga yang beretnis Tionghua, sebelum terjadinya kerusuhan peristiwa mangkok merah pada 1967.

Mengenai barang antik yang menjadi temuan para pekerjanya dirinya mempersilahkan kepada para kolektor untuk melihat bahkan jika ada yang berminat dirinya bersedia untuk menjual barang antik dan kuno temuanya tersebut.”tukasnya.

(Boy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top