Kesehatan

Telapak Tangan Mendadak Berkeringat, Ini Cara Mengatasinya

Foto : Ilustrasi/net

Tangan berkeringat secara berlebihan merupakan suatu kondisi medis yang disebut hiperhidrosis. Meski begitu, bukan berarti tangan berkeringat selalu menandakan terjadinya hiperhidrosis. Tangan berkeringat wajar terjadi karena beberapa faktor lain, misalnya karena aktivitas fisik di udara yang panas.

Anda tidak perlu khawatir secara berlebihan karena keringat berlebihan biasanya tidak berbahaya. Normalnya, kelenjar keringat akan mengeluarkan cairan keringat ke permukaan kulit ketika udara sedang panas. Cairan keringat juga diproduksi ketika seseorang sedang berolahraga, gugup, stres, gelisah, atau demam.

Berbagai Penyebab Tangan Berkeringat

Dilansir dari Alodokter, Keringat berlebihan pada area tertentu di tubuh tanpa alasan yang jelas disebut hiperhidrosis primer. Tidak seperti orang-orang pada umumnya, seseorang yang mengalami hiperhidrosis bisa bercucuran keringat secara berlebihan meski sedang tidak kepanasan.

Kondisi ini pada umumnya terjadi ketika kelenjar keringat ekrin aktif. Ekrin merupakan kelenjar keringat yang berjumlah paling banyak di dalam tubuh. Sebagian besar ekrin berada di telapak tangan, kaki, wajah, dan ketiak. Kelenjar keringat ekrin ini bisa aktif sebagai akibat adanya aktivasi oleh saraf. Penyebabnya belum bisa dipastikan, namun ada kemungkinan dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Selain karena aktivitas saraf, tangan berkeringat juga bisa disebabkan faktor psikis. Kondisi ini membuat sistem saraf bekerja secara berlebihan, salah satunya ditandai dengan keringat berlebih pada telapak tangan. Anda mungkin merasakan gejala-gejala lain seperti sulit berkonsentrasi, cemas, gelisah saat tidur, serta lebih sering buang air besar atau kecil. Gejala-gejala seperti ini juga bisa terjadi ketika kelenjar tiroid seseorang terlalu aktif.

Mengatasi Tangan Berkeringat karena Hiperhidrosis Primer

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, hiperhidrosis primer bisa menjadi salah satu penyebab tangan berkeringat. Di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi hiperhidrosis primer:

Menggunakan obat antikolinergik
Obat antikolinergik bekerja dengan cara memengaruhi sinyal saraf ke kelenjar keringat. Obat ini belum tentu cocok digunakan oleh semua orang, sebab obat ini memiliki banyak efek samping seperti gangguan saluran kemih, pandangan menjadi kabur, serta palpitasi jantung.

Memakai obat antiperspirant
Antiperspirant yang mengandung aluminium dapat membantu mengendalikan keringat berlebih. Biasanya dokter meresepkan produk yang mengandung aluminium dosis tinggi untuk dioleskan pada area tubuh yang berkeringat pada malam hari. Namun, perlu diingat bahwa antiperspirant dapat menimbulkan iritasi kulit dan tidak dapat membatasi produksi keringat.

Perawatan iontophoresis
Perawatan iontophoresis menggunakan arus listrik ringan agar kelenjar keringat berhenti bekerja untuk sementara waktu. Terapi ini biasanya berlangsung selama 10-30 menit. Cara ini diklaim sebagai upaya paling efektif untuk menghentikan produksi keringat berlebihan di tangan dan di kaki.

Suntik botox
Suntik botox bisa menjadi metode penanganan alternatif untuk mengatasi hiperhidrosis primer. Pada prosedur ini, dokter akan menyuntik botox di beberapa bagian tubuh tertentu dengan kelenjar keringat yang dianggap terlalu aktif, misalnya di area sekitar ketiak, telapak tangan, atau di telapak kaki.

Operasi merupakan jalan terakhir penanganan hiperhidrosis yang parah, terutama di daerah tangan dan ketiak. Dengan operasi di bagian dada, saraf yang mengontrol kelenjar keringat tangan akan diangkat. Efek samping setelah operasi adalah keringat berlebih berpindah ke area tubuh lainnya, seperti ke lipat paha atau dada. Risiko lainnya adalah gangguan saraf dan perdarahan di dalam dada.

Tangan berkeringat merupakan hal yang wajar dalam kondisi tertentu. Namun, bila tangan berkeringat sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab dan langkah penanganan yang tepat.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top