Regional

Gubernur Kalbar Dorong Semua Desa Mendirikan BUMdes

Pontianak - Gubernur Kalbar H Sutarmidji mendorong seluruh desa di Provinsi Kalbar untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menuju Desa Mandiri.

"Keberadaan BUMDes sangat dibutuhkan melalui jenis usaha yang akan di miliki untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Peningkatan untuk desa mandiri itu Bumdesnya harus ada dan Bumdesnya harus betul-betul di kembangkan," kata H Sutarmidji, Rabu (6/11) saat memberi Materi Kuliah Umum dengan tema "Peningkatan dan Pengembangan Ekonomi Menuju Desa Mandiri" di Aula Magister Untan.

Dikatakannya, Bumdes ini juga jika di kendalikan oleh orang yang paham maka akan berjalan dengan bagus.

"Kalau Bumdesnya bagus, maka jalur distribusi dan pemasaran produk lokal daerah itu akan lebih baik karena keuntungan Bumdes akan kembali ke Desa," jelasnya.

Kemudian Inovasi Desa juga penting dan banyak hal yang bisa dibuat desa cuma mereka kadang setelah melakukan itu lanjutannya apa mereka tidak tahu dan inilah yang terus kita tumbuh kembangkan agar mereka bisa berinovasi.

"Saya yakin, nanti seluruh Indonesia akan berbicara masalah Desa Mandiri," ingatnya.

Saat ini, masih kata Sutarmidji, Bumdes di Provinsi Kalbar lebih 200 artinya betul-betul aktif bahkan dirinya minta pilih, tahun depan boleh penilaiannya dan Bumdes yang bagus kita akan suplay dana hibah 50 sampai 100 juta biar mereka berlomba -omba.

"Untuk Desa yang belum mampu membangun Bumdesnya kita akan dorong terus kalau dapat semua Desa harus punya Bumdes, hampir separuh Desa itu ada perkebunan sawit dan kalau misalnya perkebunan itu memberdayakan Bumdes pasokan kebutuhan, kemudian ada kontrak misalnya untuk menjaga kebakaran lahan dan Bumdes bisa memperkerjakan orang misalnya kontrak untuk panen, kontrak untuk pemeliharaan saluran dan itu semuanya ada," jelasnya.

Dijelaskannya, mereka juga punya hak di sektor pertambangan misalnya angkutan sawit, angkutan bouksit, sektor angkutan saja dan sektor angkutan itu sudah kita hitung dan cukup kerja sama dengan perusahaan dan masyarakat sekitar perkebunan di berdayakan.

"Potensi Desa itu pasti ada, dan kalau ada Desa yang potensinya tidak ada itu lebih baik gabung aja dan pasti ada potensi. Potensi inilah untuk modal dasar Bumdes bergerak," ujarnya.

(Dika)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top