Busines

Pemkab Kubu Raya Kembali Meluncurkan Wisata Tanam Padi di Terentang

Kubu Raya - Setelah sukses meluncurkan Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap pada Minggu (3/11) lalu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kembali melakukan kegiatan serupa, minggu (10/11). Kali ini tanam padi dilakukan di Desa Teluk Empening Kecamatan Terentang.

Tak kalah meriah dengan kegiatan sebelumnya, tanam padi di Teluk Empening dengan melibatkan kaum muda milenial sebagai pionir juga berlangsung semarak. Mulai siswa hingga mahasiswa antusias terjun ke sawah menanam padi. Kegiatan diawali dengan ngopi di sawah yang dilanjutkan Joget Pesona Kubu Raya di atas areal persawahan. Seusai tanam padi, dilakukan penebaran benih ikan nila dan ikan lele sebanyak 35 ribu ekor. Di kolam sepanjang 270 meter dengan kedalaman 4 meter dan lebar 4 meter. Lokasi kolam berdampingan dengan areal sawah.

Bupati Muda Mahendrawan mengatakan, gerakan wisata tanam padi merupakan salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk menjadikan isu pertanian dan ketahanan pangan sebagai bagian sangat penting bagi Kubu Raya dan Kalimantan Barat.
"Kenapa kegiatan ini memakai kata gerakan? Karena pola kegiatan ini akan menjadi gerakan masif dan tren baru bagi Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program wisata tanam padi menjadi penggerak bagi masyarakat dalam membangkitkan peradaban pangan yang sangat penting dan berharga. Sekaligus cara untuk mengembalikan kejayaan beras lokal Kubu Raya yang sempat hilang dari pasaran selama lima tahun terakhir.
"Alhamdulillah, di kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Sujiwo yang baru berjalan sembilan bulan ini, juga mengingatkan bahwasanya dalam memperjuangkan umat adalah bagaimana upaya-upaya kita menggerakkan anak-anak muda agar ke depan kita berupaya memaksimalkan potensi yang ada di kampung kita," tuturnya.

Muda mengatakan, kegiatan tanam padi bersama menjadi momentum penting bagi Kubu Raya dan Kalimantan Barat. Dirinya berharap semangat kaum muda Kubu Raya mampu menjadi bagian dalam mengembalikan program beras lokal guna mendukung kemandirian pangan di Kalimantan Barat dan Indonesia.
"Untuk itu kepada semua birokrasi, masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan para pemuda, mudah-mudahan ajang yang luar biasa ini mampu memanfaatkan lahan produktif sehingga menghasilkan sesuatu yang dapat membahagiakan orang banyak," ajaknya.

Muda Mahendrawan yang dikenal dengan julukan “Bupati Beras” ini menegaskan, desa atau kampung bukanlah masa lalu. Justru, menurutnya, kampung merupakan masa depan. Sebab, semua hal berasal dari kampung. Mulai peradaban, adat istiadat, budaya, hingga tata krama.
"Semua peradaban yang ada saat ini semuanya dimulai dari kampung. Bagian peradaban sungai, peradaban bercocok tanam, itu semua dimulai dari kampung yang memiliki nilai. Yaitu nilai bergotong royong, kepedulian, keikhlasan, edukasi, integritas, kejujuran, dan dedikasi,” tuturnya.

Peradaban cocok tanam, lanjut Muda, merupakan suatu bentuk dedikasi. Yakni dedikasi kepada sesama manusia, alam, dan Sang Pencipta.
“Karena ini salah satu ruang ibadah kita dengan memperkuat pangan dan sekaligus memberdayakan generasi kita," sebutnya.

Sebelum melakukan tanam padi bersama, Bupati Muda Mahendrawan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Rosalina Muda meresmikan Masjid Nurul Huda Desa Teluk Empening.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Satya Graha mengatakan, luasan lahan pertanian yang digunakan untuk Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial di Desa Teluk Empening mencapai 1.300 hektare. Jumlah tersebut tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Tanjung Harapan, Dusun Sampang, dan Dusun Kelola Jaya. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan tiga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Teluk Empening.

“Selain pemuda, kegiatan ini juga melibatkan organisasi kepemudaan, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dari kabupaten, KTNA beberapa kecamatan, dan para penyuluh pertanian,” terang Gandhi.

Gandhi menuturkan, dalam menunjang pembangunan pangan terutama sektor pertanian di Kecamatan Terentang, Desa Teluk Empening punya kontribusi besar. Bahkan Desa Teluk Empening juga menjadi salah satu penopang beras di Kabupaten Kubu Raya.

"Kita ingin menyampaikan kepada semua pemuda di Kecamatan Terentang dan Kabupaten Kubu Raya secara luas, kalau kegiatan bercocok tanam ini merupakan peradaban unggul yang paling tua yang pernah ada di republik ini, sebagaimana yang sering disampaikan bupati kita, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari merawat peradaban bercocok tanam yang unggul,” jelasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top