Nasional

Aji Gelar Pelatihan Restorasi Lahan Gambut di Pontianak

Pontianak - Aliansi Jurnlis Independen (AJI) Jakarta bekerjasama dengan AJI Pontianak menyelenggarakan workshop jurnalis dan LSM yang berdomisili di Pontianak dan sekitarnya, terkait penggunaan PRIMS untuk menghasilkan berita dan riset yang akurat.

PRIMS (Pranata Informasi Restorasi Ekosistem Gambut) merupakan wahana dalam jaringan yang menyajikan data dan informasi terkini mengenai restorasi lahan gambut di tujuh provinsi Indonesia. Platform publik ini dikembangkan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG).

Pelatihan PRIMS ini bertujuan agar para jurnalis dan anggota LSM dapat memanfaatkan platform tersebut sebagai rujukan utama dalam membuat karya jurnalistik dan riset. Data yang disajikan dalam platform tersebut diklaim oleh Budi Wardhana telah memiliki banyak kontribusi untuk membuat kebijakan daerah.

"PRIMS telah berkontribusi mengurangi emisi karena digunakan sebagai referensi oleh pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merancanakan dan mengimplementasi kebijakan seputar restorasi gambut",kata Deputi Perencaan dan Kerjasama Badan Restorasi Gambut Budi Wardhana pada Senin, 11 November 2019

Para peserta diberikan training tentang cara menggunakan data peta yang tersedia dalam PRIMS. Selain itu, peserta juga diberikan materi tentang cara memanfaatkan data peta untuk diolah menjadi sebuah tulisan atau riset.

PRIMS merupakan alat penting untuk transparansi dalam restorasi dan perlindungan lahan gambut. Hanya saja, PRIMS tidak menampilkan nama-nama perusahaan yang menguasai lahan tertentu.

"Kami membuka wilayah kawasan gambut, tetapi tidak memiliki kapasitas untuk menampilkan nama perusahaannya. Teman-teman bisa menginvestigasinya sendiri atau mencari di sumber yang lain",kata Budi.

Kendati demikian, PRIMS dapat mempromosikan dan memajukan kerja kolaborasi apa pun yang mungkin dilakukan oleh semua aktor, termasuk jurnalis dan anggota LSM, dalam perlindungan dan restorasi lahan gambut.

"Kami ingin mengedepankan data aktual yang mudah diakses sehingga jurnalis dan LSM dapat memanfaatkan data tersebut sebagai rujukan dalam membuat liputan jurnalistik maupun riset", ujar Asnil Bambani, Ketua AJI Jakarta.

“Pelatihan jurnalisme data semacam ini bukan pertama kalinya di Pontianak. Acara ini seperti update tentang data terkini. Ke depannya, yang dibutuhkan jurnalis dan LSM adalah sebuah support system antara jurnalis, penyedia data, dan akademisi sehingga jurnalisme data yang ditampilkan komplit dalam menyediakan informasi bagi masyarakat,” tutur Dian Lestari, Ketua AJI Pontianak.

Pelatihan ini diadakan di enam wilayah prioritas BRG, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.

(Rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top