Hukrim

Polda Kalbar Tetapkan Satu Kasus Pembakaran Hutan Tahap Satu

Pontianak – Polda Daerah Kalimantan Barat terus melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Barat dari bulan Januari hingga September 2019. Saat ini satu korporasi yakni PT. PSL sudah tahap satu ke Jaksa Penuntut Umum dan 4 korporasi lainnya sedang melengkapi keterangan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah Mengatakan perkembangan kasus karhutla yang sedang di tangani Polda Kalimantan Barat saat ini satu korporasi sudah tahap satu ke Jaksa penuntut umum.

" Terkait kasus baru korporasi ada di Kabupaten Melawi, ia menyatakan akan melakukan asistensi untuk mempercepat proses sidik,"ucapnya pada Kamis, 28 November 2019.

Kombes Pol Nazriyansyah menambahkan bahwa kasus baru korporasi yang di tangani oleh Polres Melawi, Polda Kalbar akan melakukan asistensi untuk mempercepat prosesnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim penegakan hukum karhutla Polda Kalimantan Barat sampai dengan saat ini memproses 69 kasus, yang terdiri dari 63 kasus perorangan dan 6 korporasi dengan total tersangka 77 orang.

Dari para tersangka pembakar hutan dan lahan tersebut, Direktur Kriminal Khusus Polda Kalbar juga mengatakan ada 35 yang dilakukan penahanan dan 42 pelaku tidak di tahan.

“Kami update penanganan kasus karhutla 69 kasus, tahap 1 total ada 15 kasus, yang sudah P 21 ada 4 kasus tahap II 43 kasus dan SP3 hanya 1 kasus dengan total lahan yang terbakar 4.563,27 Ha” tutupnya

Polda Kalbar menyatakan akan terus mengupdate perkembangan penanganan kasus karhutla sebagai bentuk transparansi dalam proses penegakan hukum dan sarana kontrol masyarakat atas penyelesaian kasus karhutla khususnya yang melibatkan korporasi.

(Rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top