Travel

Sejarah dan Filosofi Meriam Karbit Permainan Tradisional

Pontianak- Meriam karbit merupakan permainan rakyat dan tradisi warga Pontianak. Meriam karbit terbuat dari kayu berbentuk panjang dengan berbagai ukuran. Meriam karbit biasanya oleh warga Pontianak dimainkan pas menjelang perayaan hari raya idul Fitri.

Menurut kisahnya para ahli sejarah, kala itu raja pontianak Syarif Alkadrie ketika membuka lahan untuk bertempat tinggal diganggu oleh hantu kuntilanak. Kemudian ia memerintahkan pasukannya untuk mengusir hantu tersebut dengan meriam karbit sehingga hantu lari tunggang langgang.

Filosofi meriam karbit memupuk gotong royong, karena proses pembuatan Meriam karbit dilakukan oleh sekelompok warga dengan cara bergotong royong. Dimulai dari mengangkat balok, membelah, mengikat menggunakan tali rotan dan pengecatan.

Meriam karbit memiliki suara dengan dentuman yang menggelegar, sehingga setiap warga yang menyaksikan permainan meriam harus menutup dengan kedua tangannya. Uniknya lagi, permainan meriam karbit selalu diselenggarakan ditepian sungai Kapuas.

Setiap warga yang menyaksikan permainan rakyat ini harus rela berdesak-desakan. Karena area tempat bermain meriam karbit terkadang sempit, belum lagi jalan yang terbuat dari kayu sangat kecil sehingga menyebabkan warga kadang tercebur ke sungai lantaran bersenggolan dengan warga yang lainnya.

Setiap menyambut malam hari raya idul Fitri, permainan meriam karbit selalu menjadi tontonan warga Pontianak dan terkadang wisatawan asing juga turut menyaksikan lantaran penasaran ingin mendengarkan dentuman meriam karbit yang suaranya menggelegar.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top