Hukrim

Proyek Gedung Rusunawa Harapan Jaya Dilaporkan LSM ke Jaksa

Gedung Rusunawa Harapan Jaya di Jalan Harapan Jaya Kota Pontianak (3/12/2109) Photo: Rahmad

Pontianak - Mega proyek pembangunan Rusunawa Harapan Jaya telah menelan anggaran Puluhan Miliar, sumber dana APBN dan memiliki 180 kamar di Jl Harapan Jaya, Kota Pontianak, Kalimantan barat telah dilaporkan LSM Laki ke kejaksaan Negeri Pontianak. Namun hingga saat ini proses hukumnya belum ada titik terang.

Ketua Presidium Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Burhanuddin Abdullah mengatakan, proyek gedung Rusunawa Harapan Jaya ia laporkan ke kejaksaan Karena diduga gagal konstruksi. Pengerjaan pondasi proyek Rusunawa diduga kurang maksimal sehingga dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sekarang dinding gedung Rusunawa Harapan Jaya sudah terjadi beberapa titik yang retak, selain itu plafon juga sudah ada yang rusak dan cat sudah terkelupas,"kata Burhanuddin Abdullah pada Selasa, 3 Desember 2019.

Lebih lanjut, Burhanuddin Abdullah meminta dan mendesak kepada kejaksaan Negeri Pontianak agar serius memproses laporan pembangunan rumah rusun yang diduga mengalami gagal konstruksi.

"Saya minta jaksa serius memproses laporan kami, Karena saat ini akibat gagal konstruksi sejumlah titik terlihat terjadi keretakan. Ini menunjukkan bahwa konstruksi awal kurang maksimal,"katanya.

Kepala Dinas Perumusan Pemukiman Kota Pontianak, Fuadi Yusla ketika dikonfirmasi membenarkan kalau proyek Rusunawa Harapan Jaya Telah dilaporkan LSM laki ke kejaksaan. Bahkan, ia mengaku pernah dipanggil untuk dimintai konfirmasi oleh petugas kejaksaan.

"Iya benar proyek Rusunawa Harapan Jaya ada dilaporkan ke kejaksaan. Dan saya pernah dipanggil oleh jaksa Kejari kota Pontianak, tapi setelah itu tidak ada pernah lagi dipanggil,"ujarnya.

Sementara itu, satu diantara warga yang tinggal di Rusunawa Harapan Jaya. Yakni Mainah mengaku takut tinggal di rumah susun yang dindingnya telah mengalami terjadi keretakan. Tapi ia pasrah karena tidak memiliki rumah untuk tempat tinggal.

"Saya sebenarnya takut tinggal di sini pak, tapi kami pasrah karena tidak memiliki tempat tinggal. Tinggal Disini saya sudah 4 bulan, kalau listrik dan air ledeng lancar,"katanya.

(Ris)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top