Regional

Gubernur Kalbar : Keberagaman Menjadi Rumah Besar NKRI

Pontianak - Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengatakan, bahwa Bangsa Indonesia terutama Provinsi Kalbar merupakan rumah bagi masyarakat yang beragam, baik itu keanekaragaman suku dengan berbagai macam budaya dan bahasa serta perbedaan agama.

"Keberagaman dan keanekaragaman suku di Provinsi Kalbar menjadi Rumah Besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Gubernur Kalbar, Minggu (8/3), dalam sambutan yang disampaikan Asisten I Sekda Kalbar Hj Sri Jumiadatin, saat Hadiri Acara Pembukaan Pagelaran Seni Adat dan Budaya se Kabupaten Kubu Raya di Halaman TMP Yayasan Bhakti Suci.

Di satu sisi, kondisi keanekaragaman tersebut dapat membawa dampak yang positif tetapi di sisi yang lain juga dapat membuat bangsa indonesia menjadi tempat yang sangat rawan konflik horisontal, namun sejatinya kita wajib berterima kasih kepada Para
Pendiri Negara ini yang telah meletakkan Pancasila sebagai Dasar Negara karena Pancasila menduduki posisi strategis sebagai sarana pemersatu bangsa.

Tidak dapat ditampik bahwa berbagai daya dan upaya telah dilakukan oleh segelintir warga negara yang tidak ingin melihat persatuan, kesatuan serta keharmonisan dan kebahagiaan hidup anak bangsa ini, mereka melakukan hal-hal yang kontra produktif untuk memecah belah bangsa
ini, belum lagi maraknya terorisme dan munculnya paham-paham radikal termasuk yang sebagian besar mengatasnamakan agama.

"Paham-paham radikal yang mengatasnamakan agama ternyata tidak mampu untuk meruntuhkan Pancasila, karena kebanyakan paham-paham di
atas menggunakan penafsiran yang salah dan cenderung memaksakan.

Gubernur Kalbar masih dalam sambutnnya berharap dengan diadakannya Pagelaran Seni Adat dan Budaya se-Kabupaten Kubu Raya ini, kita dapat menumbuhkan rasa cinta kepada adat dan budaya yang kita miliki.

Dengan demikian, kita memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga ketenangan dan kejernihan hati dalam berpikir sehingga kita tidak mudah terpancing dengan adanya
gesekan-gesekan maupun hal-hal negatif yang timbul di masyarakat.

"Suasana yang harmonis dapat tercipta dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bermasyarakat," harapnya.

Sementara Bupati Kubu Raya H Muda Mehendrawan mengatakan Pemkab Kubu Raya menyambut baik atas Pagelaran Seni Adat dan Budaya ini dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya.

"Pemkab kubu Raya menyambut baik pelaksanaan Pagelaran Seni Adat dan Budaya di Kubu Raya," ucap Bupati Kubu Raya dalam sambutan yang disampaikan Asisten 1 Sekda Kubu Raya M Zaini.

Dikatakannya, keberagaman dan keanekaragaman suku menjadi sebuah kekuatan dalam persatuan dan kesatuan.

"Dengan kekuatan semua suku etnis, agama kita akan menjadi bersatu. Kekuatan inilah yang harus kita menjaganya bersama-sama," imgatnya.

Kades Kubu Raya Musa berharap acara Seni Adat dan Budaya ini harus dikemas dengan baik karena keanekaragaman etnis yang ada di Desa ini menjadi sesuatu kekuatan yang harus kita jaga.

"Saya harap, keanekaragaman etnis di Desa ini harus menjadi sebuah kekuatan kita dalam menjaganya," harap Musa.

Ketua Umum YBS, Lo Cun Hong mengatakan Kemajemukan penduduknya membuat Kabupaten Kubu Raya menyimpan potensi budaya multi etnis yang apabila dikemas dengan baik akan menjadi aset yang tak ternilai harganya.

"Ini dapat membentuk karakater dan pekerti masyarakat yang tangguh, serta dapat menjadi penopang utama dalam mengembangkan industri pariwisata daerah," kata Ketua Umum YBS, dalam sambutan yang disampaikan Ketua 1 YBS Herry Sandra.

Oleh karena itu, pengembangan dan pengaktualisasian seni budaya yang sudah kita jadikan tolak ukur agar kita tidak kehilangan identitas diri, teruma bagi budaya Kubu Raya yang sudah ada sejak dahulu.

"Kegiatan ini kita upayakan ke arah peningkatan kualitas, inovasi dan kreasi seni budaya akan menjadi solusi yang tepat, guna mememberikan nilai bagi pengembangan budaya di masa mendatang," pesannya.

YBS juga berharap, seni adat dan budaya dapat menumbuhkan kebersamaan, rasa saling memiki dan saling menghargai serta ikut menjaga nilai-nilai budaya positif yang telah diwariskan oleh para Leluhur, sehingga tidak luntur dan hilang ditelan zaman di masa mendatang.

"Kami harap, Pagelaran Seni Adat dan Budaya ini dapat menjadi salah satu daya tarik wisata yang berbasiskan budaya etnis dalam meningkatkan arus kunjungan wisata di Kabupaten Kubu Raya," harapnya.

Pangeran Mangkubumi Kerajaan Kubu, Syarif Ibrahim Al-Idrus mengatakan, Enam etnis di Kubu Raya menggelar seni dan budaya dari masing-masing etnis dengan dimulainya pargelaran seni dan budaya enam etnis dari tanggal 8 hingga 15 Maret 2020.

“Adapun enam etnis terdiri Melayu, Dayak, Jawa, Bugis, Madura, Tionghua. Dan pentas seni ini telah kita sepakati bersama dengan Kerajaan Kubu sebagai penyelenggaranya,” ucap, Pangeran Mangkubumi Kerajaan Kubu, Syarif Ibrahim Al-Idrus.

Ibrahim menuturkan menyatukan enam etnis dalam satu pargelaran seni dan budaya menjadi hal yang pertama kalinya di Kubu Raya. Berangkat, kerjasama antara para pemangku adat, pargelaran seni dan budaya tersebut dapat menjadi agenda tahunan di daerah Kubu Raya.

“Kalaupun ada kekurangan lainnya kita akan evaluasi kembali, agar semakin hari dapat dilaksanakan secara maksimal,” ujarnya.

Kedepannya kata Ibrahim, dari enam etnis tersebut akan mencanangkan untuk menjadi satu lembaga etnis, dalam melestarikan budaya-budaya etnisnya masing-masing. Selain itu, lanjut Ibrahim lembaga tersebut juga dapat membantu Pemerintah daerah dalam hal mengatasi miss komunikasi antar etnis yang berujung kepada hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dilembaga inilah kita dapat berkomunikasi dengan baik kepada antar etnis. Kedepannya, setiap etnis akan diketuai secara kolektif untuk diketuai oleh ketua utama dalam lembaga tersebut,” terangnya.

(Dika)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top