Pendidikan

Puluhan Anak Serbu Kantor Bupati Kubu Raya

Foto: Istimewa

Kubu Raya – Inovasi literasi Gerakan Membacakan kian masif. Sebanyak 90 siswa SD Negeri 09 Sungai Raya mendatangi Kantor Bupati Kubu Raya. Kedatangan para siswa kelas IV dan V ini untuk melakukan kegiatan membacakan. Dengan didampingi sejumlah guru, para siswa tampil percaya diri membacakan sejumlah bahan bacaan di ruang-ruang kantor yang ada.

Pendengarnya adalah para pegawai di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ada di kompleks kantor bupati. Termasuk di antara pendengar tersebut yakni Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan. Para pegawai termasuk Bupati Muda dengan khidmat menyimak hingga tuntas materi bacaan yang disampaikan para siswa.

Bupati Muda menerangkan, gerakan membacakan adalah inovasi literasi pertama di Indonesia yang ia gagas. Tujuannya untuk menumbuhkan minat baca sekaligus membangun rasa percaya diri anak. Selain itu juga mengembangkan dasar relasi hubungan sosial melalui peningkatan kemampuan berkomunikasi pada anak. Dengan gerakan membacakan, alih-alih sekadar membaca, akan terjadi interaksi antara pembaca dan pendengar. Termasuk adanya transfer pengetahuan kepada pihak lain sebagai hasil dari kegiatan membacakan.

“Ini luar biasa. Terima kasih atas kunjungannya ke kantor bupati. Silakan langsung ke ruangan-ruangan yang ada untuk membacakan. Biar semuanya dikepung dengan buku dan ilmu,” kata Muda kepada para siswa pada Jumat, 13 Maret 2020.

Menurut Muda, imajinasi positif anak terhadap kantor bupati dan institusi pemerintahan lainnya perlu dibangun. Sehingga anak sebagai bagian daripada masyarakat punya kedekatan dengan aparatur negara yang notabene adalah abdi masyarakat.
“Jadi bisa lebih familiar dan merasa (kantor bupati) ini rumahnya juga. Dengan cara ini kita buat anak-anak kita punya lompatan lebih jauh ke depannya, insya Allah. Karena mereka adalah generasi penerus pada pada 20-30 tahun lagi,” tuturnya.

Muda menyatakan seluruh Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Kubu Raya siap menyukseskan gerakan membacakan. Karena itu, ia meminta para siswa untuk tidak ragu mendatangi kantor-kantor lainnya di pekan-pekan berikutnya.
“Silakan nanti juga ke kantor-kantor lainnya. Semua sudah siap untuk menerima. Boleh cerita apa saja termasuk materi pelajaran. Kan ini juga cara berbagi ilmu. Kalau sebelumnya membaca dalam hati, kali ini dengan bersuara. Supaya anak-anak juga bisa berkenalan dengan banyak orang,” ucapnya.

Kepala Sekolah SD Negeri 09 Sungai Raya, Sri Priyantinah Listiyanti, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan membacakan di Kantor Bupati Kubu Raya. Menurutnya, sambutan antusias Bupati Muda Mahendrawan dan para pegawai merupakan momen luar biasa bagi para siswa.
“Ini momen langka yang mungkin tidak semua sekolah punya kesempatan seperti ini,” ujarnya seusai kegiatan.

Listiyanti mengaku gembira melihat kepercayaan diri para siswanya dalam membacakan. Meski begitu, ia menilai penampilan para siswa masih perlu ditingkatkan. Sebagai aksi perdana di kantor pemerintahan, ia menyebut sejumlah siswa masih terlihat grogi.
“Masih perlu ada peningkatan. Karena ini kan baru pertama. Rasa grogi masih nampak. Tapi saya senang dan bangga mereka punya pengalaman yang sangat luar biasa,” tuturnya.

Listiyanti menerangkan, praktik membacakan di kantor bupati merupakan tahap pengenalan terhadap gerakan membacakan. Ke depan, para siswa akan dibekali buku saku sebagai mekanisme kontrol dari pihak sekolah.
“Jadi nanti setiap anak ada buku sakunya. Setiap anak selesai membacakan, buku saku itu akan diparaf oleh yang mendengarkan. Buku saku itu untuk kontrol kita sebagai dasar penilaian ke depannya,” paparnya.

Listiyanti menambahkan, dalam kegiatan membacakan para siswa dibebaskan untuk membawakan materi apapun. Tidak harus buku pelajaran.
“Buku bebas apa saja. Buku pelajaran, dongeng, cerita-cerita, bahkan masalah keagamaan pun tidak masalah. Karena di sini tujuannya adalah melatih anak untuk berani, percaya diri, dan yang utama gemar membaca. Dengan kegiatan ini juga setiap Jumat anak punya kegiatan positif yang luar biasa bermanfaat,” pungkasnya.

Salah seorang siswa, Aulia Safitri, mengaku gembira mengikuti kegiatan membacakan. Menurut siswi kelas IV ini, dengan kegiatan membacakan dirinya bisa mengetahui banyak hal. Termasuk berkunjung ke Kantor Bupati Kubu Raya dan bertemu banyak orang.
“Senang sekali, ramai-ramai dengan teman membacakan. Bertemu om dan tante yang mau mendengarkan cerita-cerita kita,” ucapnya.

Satu di antara orang tua siswa, Syaiful Bahri, menilai kegiatan membacakan sangat positif. Sebab dapat membuat anak belajar bersosialisasi dengan lingkungan. Juga membangun kemampuan anak untuk berkomunikasi.
“Kegiatan ini bagus. Biar anak tidak hanya mengenal lingkungan sekolahnya saja. Sehingga anak jadi tidak canggung terutama kalau ke kantor pemerintah. Anak jadi punya kemampuan berkomunikasi,” kata warga Desa Sungai Durian ini.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top