Nasional

Menuju New Normal, Pemkot Pontianak Siapkan Protokol Kesehatan

Photo: Walikota Pontianak Rusdi Edi Kamtono

Pontianak - Walikota Kota Pontianak Rusdi Edi Kamtono mengatakan, New Normal akan dilaksanakan pada awal bulan Juni Tahun 2020. Namun dalam pelaksanaan normal baru tersebut ada ketentuan yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Diantaranya, masyarakat harus membiasakan diri menggunakan masker ketika keluar rumah dan menghindari tempat keramaian.

"Sebelum dilaksanakan new normal Pemkot Pontianak akan mengundang tokoh masyarakat, pemuka agama dan Pengusaha Mall, restoran dan warung kopi untuk menjaga tempat usahanya dengan mengatur jarak dan pengunjung menggunakan masker ,"ujar Rusdi Edi Kamtono pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Ia melanjutkan, secara teknis nantinya pengunjung restoran, warung kopi wajib menggunakan masker dan menjaga jarak. Sementara untuk aktivitas rumah ibadah seperti di masjid jemaah harus membawa alas shalat sendiri dan mencuci tangan sebelum memasuki rumah ibadah.

Selanjutnya, untuk para pengusaha harus berkomitmen untuk menjaga usahanya. Dengan mengatur tempat duduknya, atur jarak, pelayanya menggunakan masker begitu juga dengan pengunjung harus menggunakan masker. Apabila semua ketentuan ini bisa dilakukan oleh masyarakat, maka secara bertahap tentu aktivitas masyarakat akan kembali normal seperti sedia kala seperti sebelum adanya Covid-19.

"Untuk pelaksanaan new normal, saat ini Pemerintah Kota Pontianak sedang menyusun protokol protokol kesehatan yang akan diterapkan dilapangan secara teknis. Seperti, pengunjung restoran, warkop membiasakan mencuci tangan dan menggunakan masker. Setelah semua protokol Kesehatan bisa dilakukan oleh masyarakat, maka new normal akan segera dimulai ,"ujarnya.

Lebih lanjut, Rusdi Edi Kamtono mengatakan, untuk kegiatan belajar mengajar akan kembali normal pada bulan Juli tahun 2020. Tentunya sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan, Pemkot Pontianak akan membuat kerangka seperti apa yang diinginkan di sekolah. misalnya, ada di suatu kelas jumlah muridnya ada 40 orang, maka harus dibatasi tinggal 20 orang murid, sehingga jaraknya bisa diatur.

"Selanjutnya, para guru sekolah juga akan kita lakukan pelatihan atau pemahaman yang baik tentang protokol Kesehatan, supaya area sekolah steril dan melibatkan orang tua siswa untuk mewajibkan siswa menggunakan masker, cuci tangan sebelum masuk sekolah dan setelah pulang sekolah,"tambahnya.

Rusdi Edi Kamtono menambahkan, bahwa dalam pelaksanaan new normal nanti akan bersinergi dengan Polri/TNI dan semua unsur untuk menjaga tempat keramaian. Seperti, mall, pasar rumah ibadah. Tentunya partisipasi dan dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk kebersamaan.

"Dengan dilakukan new normal nanti, saya berharap masyarakat bisa disiplin menjaga protokol Kesehatan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak. Tentunya dukungan masyarakat sangat diperlukan agar kota Pontianak kembali normal seperti sedia kala,"tuturnya.

Sementara itu, salah satu pengelola warung kopi Asiang di Jalan Diponegoro, Pontianak Selatan yaitu Wandi akan mendukung semua kebijakan pemerintah kota Pontianak dengan menerapkan aturan agar pengunjung warkopnya wajib menggunakan masker dan menjaga jarak.

"Saya akan mendukung kebijakan pemerintah, dan akan meminta semua pengunjung warung kopi agar menggunakan masker dan menjaga jarak. Apapun ketentuan yang berlaku akan kami patuhi agar aktivitas kembali normal,"pungkasnya.

(Ri)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top