Regional

Tim Gabungan Akan Gelar Razia Permainan Layangan di Kalbar

Kubu Raya - Sebuah layangan jatuh di landasan pacu Bandara Internasional Supadio Pontianak, Rabu (24/6) sore waktu setempat. Hal ini mencemaskan petugas keamanan Bandara Internasional Supadio Pontianak, karena mengancam dan membahayakan keselamatan operasi penerbangan (KKOP).

Untuk memberantas pemain layangan yang dinilai telah mengancam keselamatan penerbangan, tim gabungan TNI AU, Satpol PP Pontianak, Satpol Provinsi Kalimantan Barat, Satpol PP Kubu Raya, dan Avsec Bandara Internasional Supadio serta TNI AD mengelar operasi penertiban pemain layangan selama tiga hari dimulai hari ini hingga dua hari kedepan.

"Penertiban dilakukan karena layang-layang ini menggunakan gelasan, tali kawat, gerinda dan keberadaan mereka dekat dengan kawasan penerbangan. Ini membahayakan dan mengganggu keselamatan operasi penerbangan," kata Kepala Seksi pengembangan sistem Transportasi pada Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Ulung Alana, kepada wartawan, Rabu (24/6) sore tadi.

Ulung mengatakan, untuk saat ini petugas masih memberikan sosialisasi terkait larangan bermain layang-layang. Sosialisasi berupa mengedarkan surat himbauan kepada pengurus RT di lingkungan sekitar Bandara Internasional Supadio Pontianak.

"Informasi dari warga setempat, pemain layang-layang ini bukan berasal dari warga lokal. Pemain datang dari berbagai daerah mulai dari Siantan, Rasau Jaya dan kota Pontianak. Tentu ini sangat disayangkan, karena pemain layang-layang ini mengambil lokasi di sekitar kawasan Bandara yang dapat menganggu operasional penerbangan," bebernya.

Saat ini, jelas Ulung, berdasarkan Perda Provinsi Kalimantan Barat nomor 2 tahun 2008 tentang Pengendalian kawasan keselamatan operasi penerbangan dan kawasan kebisingan bandara Supadio Pontianak, pelanggaran terhadap larangan ini dapat dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta sesuai aturan di pasal 31 ayat 1 perda tersebut.

Sementara Ketua RT 01/RW 11 Dusun Mulyorejo Desa Limbung, Muhammad Abdullah, menyambut baik adanya perhatian pemerintah dalam hal ini petugas gabungan yang mulai menertibkan pemain layang-layang di wilayahnya.

"Kami disini sudah lama resah, sudah beberapa kali kami ingatkan, tapi pemain layang-layang ini, bukan anak kecil, tapi pemain ini orang tua semua, tak menggubris larangan kami. Apalagi kami tidak punya kekuatan hukum, jika ada surat seperti ini dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, kami berani melarang mereka yang bermain layang-layang," tegasnya.

Kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Supadio Pontianak meliputi daerah berbentuk lingkaran lonjong dengan jari-jari kurang lebih 15.000 meter di sekeliling Bandara Internasional Supadio.

(Mas)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top