Regional

Pemkab Kubu Raya Teken MOU Pengembangan Potensi Ekonomi Dengan Untan

Pontianak – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya merintis kerja sama bidang penelitian dan pengembangan potensi ekonomi dengan Universitas Tanjungpura, Guangxi University for Nationalities China, dan Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Barat. Penandatanganan dokumen notulen pertemuan sebagai naskah kesepakatan sementara dilakukan di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (7/8). Yang menjadi fokus kerja sama adalah riset di sektor kelautan dan bioteknologi.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyebut kerja sama tersebut sangat penting untuk mengetahui lebih jauh potensi alam di Kubu Raya. Termasuk industri turunannya. Menurutnya, kolaborasi dengan dunia akademis perguruan tinggi dan dunia usaha sangat strategis untuk pengembangan ekonomi.

“Terutama pada masyarakat di perdesaan. Apalagi Kubu Raya memiliki potensi laut, garis pantai, dan perkebunan yang cukup luas. Akan tetapi perlu penelitian dan pengembangan mendalam agar ada inovasi sehingga industrinya bisa tumbuh,” tuturnya.

Muda mengatakan masih banyak potensi sektor perikanan dan perkebunan yang dapat dikembangkan. Karena itu, kerja sama di sektor ilmu maritim dan bioteknologi sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
“Kita saat ini memang tengah gencar melakukan pemetaan pertanian pangan dan hortikultura. Begitu juga hasil perkebunan, peternakan, perikanan, dan hasil laut lainnya melalui pemanfaatan potensi yang ada,” terangnya.

Rektor Universitas Tanjungpura Garuda Wiko menyebut sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha industri sangat diperlukan. Menurutnya, hasil riset para peneliti Universitas Tanjungpura seharusnya dapat diaplikasikan di dunia nyata termasuk untuk industri dan investasi.
“Apalagi bila hasil penelitian itu bisa menjadi acuan dan membantu masyarakat di perdesaan serta usaha mikro kecil menengah untuk meningkatkan pendapatannya,” jelas dia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Barat, Santyoso Tio, mengatakan dunia usaha sangat membutuhkan riset dan data sebagai acuan berinvestasi. Bahkan penelitian menjadi kunci bagi negara-negara maju untuk meningkatkan hasil produksi dan nilai tambah produknya. Dia mencontohkan Provinsi Guangxi di Republik Rakyat Tiongkok, yang mengembangkan ubi kayu atau singkong berskala besar.

“Di sana menjadi penghasil singkong terbesar di RRT. Selain itu ada puluhan industri produk turunan singkong di sana. Mulai dari makanan, kosmetik, obat-obatan, dan lainnya. Saya bertemu Gubernur Provinsi Guangxi dan bertanya kenapa daerahnya yang beriklim subtropis bisa seperti itu. Ternyata karena mereka gencar melakukan riset sehingga bisa melakukan inovasi dan treatment agar hasil produksinya maksimal,” tutur Santyoso.

Santyoso mengatakan Kubu Raya selain dianugerahi potensi alam, juga memiliki keunggulan infrastruktur dibanding daerah lain. Kubu Raya adalah satu-satunya daerah di Kalimantan Barat yang memiliki bandara udara internasional. Juga dekat dengan pelabuhan laut untuk mengirim produk ke pasar domestik dan ekspor.
“Saya rasa investor juga tertarik untuk ke sini. Namun penelitian yang kami harapkan juga diarahkan untuk UMKM dan masyarakat desa. Karena mereka tidak mungkin mengeluarkan dana untuk penelitian. Kalau perusahaan besar mereka ada bujet riset sendiri,” terangnya.

Pada pertemuan tersebut Kadin bersama Gerakan Pengusaha Kalbar Peduli juga menyerahkan donasi kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Donasi berupa alat kesehatan terdiri atas 500 unit Rapid Diagnostic Test (RDT), 500 hazardous material suit atau baju hazmat, 7.500 masker N95, 50 unit kacamata medis, dan alat kesehatan lainnya.
“Ini sudah yang kesekian kalinya kami salurkan ke Pemkab Kubu Raya. Merupakan hasil donasi yang kami kumpulkan sebagai bentuk dukungan dalam memerangi pandemi Covid-19,” pungkasnya.

(Lutfi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top