Nasional

Gubernur Kalbar Serahkan Sapi Bantuan Presiden Jokowi

Pontianak - Tiap hari raya Idul Adha yang merupakan salah satu hari besar keagamaan umat muslim di seluruh dunia, tiap pribadi muslim yang mampu sangat dianjurkan untuk melakukan penyembelihan hewan qurban baik berupa sapi, kambing dan domba. Oleh karenanya tiap tiap tahun menjelang hari raya Idul Adha kebutuhan akan ketersedian hewan sapi, kambing dan domba untuk keperluan penyembelihan hewan qurban selalu meningkat dari bulan-bulan lainnya.

Dalam rangka syiar islam dan wujud membangun kedekatan Presiden dan rakyatnya, setiap tahun menjelang hari raya Idul Adha, Presiden Repulik Indonesia menyalurkan bantuan hewan kurban berupa sapi ke setiap provinsi di seluruh Indonesia, tidak terkecuali Provinsi Kalbar. Penyiapan, pengusulan, seleksi dan pemeriksaan calon hewan kurbannya termasuk calon masjid penerimanyan hingga penyaluran dan admnistrasi yang menyertainya telah dilakukan melalui prosedur yang sudah baku dan ketat agar pertanggungjawabannya aman serta dalam supervisi dan koordinasi yang intensif dari staf Kantor Sekretariat Presiden RI.

Untuk Idul Adha 1441 H/Tahun 2020 ini, Provinsi Kalimantan Barat mendapatkan bantuan berupa ternak sapi jenis cross simental dan perkiraan berat badan hidup 1,2 Ton. Sapi super tersebut merupakan hasil inseminasi buatan (IB) oleh petugas inseminator kabupaten setempat yang dipelihara dan dirawat dengan intensif oleh Anri Sulistyo dan Muarif peternak lokal di Desa Rasau Jaya I Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya.

Sapi kurban bantuan presiden dinyatakan sehat dan layak sebagai hewan kurban setelah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatannya baik secara fisisk maupun hasil uji laboratorium oleh Tim Dokter Hewan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat dengan supervisi Tim Dokter Hewan dari Balai Veteriner Banjar Baru Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, SH, M.Hum didampingi Wagub Ria Nursan dan Kadis Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Kalbar M. Munsif berkenan menyerahkan langsung fisik sapi kurban bantuan Presiden RI tersebut kepada Bupati Mempawah dan Takmir Masjid Nurul Jannah yang beralamat di Jl. Parit Ambo Pinang RT.19/05 Dusun Peniti Dalam Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah. Setelah penyerahan sapi kurban bantuan presiden yang diselenggarakan di depan halaman Kantor Gubernur Kalbar tersebut, sapi langsung dibawa dan dikirim ke lokasi masjid Nurul Jannah di Kecamatan Segedong pada hari yang sama dikawal oleh petugas dinas peternakan Kabupaten Kubu Raya.

Sapi bantuan preseiden tersebut direncanakan akan dipotong segera setelah sholat Idul Adha pada hari Jum’at 31 Juli 2020. Setibanya sapi di lokasi hingga saatnya dipotong, sapi akan mendapatkan pengawalan secara intensif dan dilakukan pemeriksaan antemortem (sebelum dipotong) dan post mortem (setelah dipotong) oleh Tim dari Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat bersama petugas dokter hewewan Kab Mempawah.

Dengan semngat yang sama yakni dalam rangka syiar islam dan kepatuhan melaksanakan syariat islam serta membangun kedekatan Gubernur dengan warga masyarakatnya, setiap tahun sejak H. Sutarmidji, SH, M.Hum menjabat sebagai Gubernur Kalbar tahun 2018 yang lalu, jelang Hari Raya Idul Adha Gubernur Kalbar menyalurkan hewan kurban Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berupa ternak sapi ke 14 Kabupaten/Kota.

“Pada Tahun 2020, Provinsi Kalimantan Barat akan menyalurkan hewan kurban sejumlah 38 ekor ke seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jumlah tersebut meningkat drastic dibandingkan tahun sebelumnya (Idul Adha 1440 H) sebanyak total 20 ekor sapi. Sebelum dilakukan pemotongan ternak dilakukan pemeriksaan kesehatannya terlebih dahulu Tim Dokter Hewan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan pemeriksaan fisik sapi tersebut dinyatakan sehat dan layak sebagai hewan kurban.” Ungkap Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Ir. M. Munsif, M.M di Pontianak, Selasa (28/7).

Dijelaskan lebih lanjut, Adapun rincian penyaluran hewan kurban ke 14 Kabupaten/Kota sebagai berikut Update alokasi Kabupaten Sambas 4 ekor, Kota Singkawang 2 ekor, Kabupaten Mempawah 1 ekor, Kabupaten Kubu Raya 5 ekor, Kota Pontianak 4 ekor, Kabupaten Landak 2 ekor, Kabupaten Sanggau 3 ekor, Kabupaten Sintang 3 ekor, Kabupaten Melawi 2 ekor, Kabupaten Melawi 2 ekor, Kabupaten Sekadau 2 ekor, Kabupaten Bengkayang 2 ekor, Kabupaten Ketapang 2 ekor, Kabupaten Kayong Utara 2 ekor dan Kabupaten Kapuas Hulu 2 ekor. Ternak sapi akan dilakukan pengawalan terus dan dilakukan pemeriksaan antemortem (sebelum dipotong) dan post mortem (setelah dipotong) oleh Tim dari Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat.

” Untuk diketahui bahwa Tahun 2019 total hewan qurban yang dipotong dalam rangka Idul adha se Kalbar yang tercatat mencapai 10.124 ekor terdiri dari Sapi 5.795 ekor dan kambing 4.111 ekor. Jumlah tersebut meningkat tipis yakni 263 ekor atau 2.7 % dibandingkan tahun 2018 yang totalnya mencapai 9.861 ekor.” Ujarnya.

Terkait Kewajiban Penerapan Protokol Kesehatan dalam Kegiatan Penyediaan dan Pemotongan Hewan Kurban selama Pandemi Covis-19

Munsif menjelaskan, Sesuai ketentuan UU No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, penyembelihan hewan untuk konsumsi masyarakat wajib dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) yang resmi, namun untuk keperluan keagamaan seperti hari raya Idul Adha tempat pemotongan hewan dikecualikan bisa diluar RPH, yaitu masyarakat dapat melakukannya di Masjid-masjid, Instansi Pemerintahan, Kantor Swasta, Sekolah dsb dengan catatan lokasinya wajib dilaporkan dan didaftarkan ke pemerintah (dinas peternakan setempat) agar dapat diberikan layanan pemeriksaan dan pengawasan pemotongan hewan secara baik sehingga produk daging yang dihasilkan betul-betul memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) serta yang terpenting mencegah kemungkinan terjadinya penularan penyakit zoonosis dari hewan ke manusia.

” Oleh karena Idul Adha 1441 H/ Tahun 2020 saat ini wilayah Kalbar masih dalam status darurat bencana Pandemi Covid-19, maka setiap pemotongan hewan baik di RPH maupun TPH apalagi diluar RPH/TPH yang diizinkan untuk pemotongan hewan kurban Idul Adha diingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah munculnya kluster baru penyebaran Covid-19 dari lokasi2 pemotongan maupun penyediaan hewan qurban. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian cq.Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 008/SE/PK.320/F/06/2020 tanggal 8 Juni 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Corona Virus Disease (Covid-19) sebagai pedoman bagi siapa saja yang akan terlibat dalam kegiatan penyediaan atau menjadi kepanitiaan atau petugas pemotongan hewan qurban selama Idul Adha 1441 H.” Tuturnya.

Sejalan dengan arah kebijakan pusat tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menindaklanjuti arahan pusat tersebut antara lain melalui langkah-langkah sebagai berikut :

a. Menyampaikan himbauan kewaspadaan Zoonosis terhadap hewan/ternak dan pengawasan dalam rangka Idul Adha 1441 H Tahun 2020 Kepada Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di Kabupaten/Kota melalui surat Nomor : 524.3/1780/DPPKH-E3 tanggal 15 Juni 2020.

b. Melakukan koordinasi ke Kabupaten/Kota terkait tindak lanjut tersebut, dimana dari hasil koordinasi diketahui seluruh Kabupaten/Kota telah melakukan tindak lanjut berupa di keluarkannya Surat Edaran Bupati, Walikota, Kepala Dinas kepada Camat, Penyuluh serta telah dilaksanakan sosialisasi kepada pengurus masjid, penyedia hewan kurban dan masyarakat.

c. Mengintensifkan kegiatan sosialisasi pemotongan hewan kurban pada masa pandemi Covid-19 seperti;
• Menyebarkan leaflet Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban pada Masa Pandemi Covid-19 sebanyak 1.500 lembar yang telah di distribusikan ke 14 Kabupaten/Kota.

• Sosialisasi melalui Aplikasi Zoom Meeting tentang Surat Edaran (SE) Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19, yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tanggal 12 Juni 2020 yang dihadiri oleh seluruh Petugas Provinsi dan Kabupaten/Kota.

• Menyelenggarakan Webinar “Menuju Hewan Kurban yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) di masa pandemi Covid-19” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kalimantan Barat berkerjasama dengan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 27 Juni 2020 melalui Aplikasi Zoom Meeting, yang ikuti oleh Dokter hewan, paramedik veteriner, petugas kesehatan hewan di 14 Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat, pengurus masjid, mahasiswa, dll.

• Pembekalan Pelaksanaan Pemantauan Kegiatan Kurban Bagi Petugas, yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tanggal 9 Juli 2020 melalui Aplikasi Zoom Meeting yang dihadiri oleh seluruh Petugas Provinsi dan Kabupaten/Kota.

• Sosialisasi Aplikasi Kurban Berbasis Web Bagi Petugas, yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tanggal 17 Juli 2020 melalui Aplikasi Zoom Meeting yang dihadiri oleh seluruh Petugas Provinsi dan Kabupaten/Kota.

• Talkshow “Cara Berkurban Dimasa Pandemi Covid-19 Tahun 2020” yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner bekerjasama dengan Tani on Stage Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tanggal 21 Juli 2020, menggunakan Aplikasi Zoom Meeting serta siaran langsung pada media sosial milik Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner (Instagram, Youtube ‘ dan Facebook) dengan sasaran seluruh masyarakat Indonesia secara umum.

• Dialog interaktif di RRI Kalimantan Barat tentang pelaksanaan pemotongan hewan qurban pada masa pandemic Covid-19

Membentuk Tim Pemeriksaan dan Pengawasan Pemotongan Hewan pada Hari Raya Besar Keagamaan di Provinsi, dengan menurunkan 15 orang petugas (Medik dan Paramedik Veteriner) untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan pemotongan hewan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kuburaya. Kabupaten/Kota lainnya juga menurunkan petugas sebanyak sebanyak 266 orang.

Sapi kurban Bantuan Presiden berasal dari peternak di Kec. Rasau Jaya Kab. Kubu Raya dengan perkiraan bobot 1,1 Ton, rencana pemotongan hewan tersebut di Masjid Nurul Jannah Jl. Parit Ambo Pinang RT.19/05 Dusun Peniti Dalam Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan hasil uji laboratorium, sapi tersebut dinyatakan sehat dan layak sebagai hewan kurban.

Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan antemortem (sebelum dipotong) dan post mortem (setelah dipotong) oleh Dokter Hewan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi kalimantan Barat.
Sapi kurban bantuan Gubernur/ Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebayak 38 ekor yang akan disebarkan di 14 Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat.

6. Diharapkan seluruh instansi maupun organisasi yang berkaitan dengan kegiatan pemotongan hewan kurban dapat membantu memberikan informasi mengenai penyembelihan hewan kurban pada masa pandemi Covid-19. Adapun langkah-langkah untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan COVID-19 di tempat penjualan dan pemotongan hewan qurban sebagai berikut :

a. Harus menerapkan Physical Distancing atau jaga jarak fisik minimal 1 meter pada kegiatan jual beli hewan qurban di tempat penjualan hewan qurban yang mendapatkan izin dari Bupati/Walikota dan saat pemotongan hewan qurban baik di RPH-R atau diluar RPH-R.

b. Melakukan penerapan higiene personal pada penjual hewan qurban, pekerja RPH-R dan panitia pemotongan qurban dengan menggunakan APD minimum seperti masker, sarung tangan, apron, faceshield dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir atau handsanitizer dengan kandungan alkohol paling kurang 70%.

c. Melakukan pemeriksaan kesehatan awal (screening) dengan setiap orang (penjual, pembeli, pekerja RPH-R dan panitia pemotongan hewan qurban) yang memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas dilarang masuk ke tempat penjualan, RPH-R dan fasilitas pemotongan hewan qurban diluar RPH-R.

d. Dalam pendistribusian daging qurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik.

e. Dalam melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem pada hewan qurban. Apabila pada waktu pemeriksaan ante mortem (sebelum pemotongan) ditemukan kasus penyakit hewan menular maka DPPKH Kalbar akan melakukan tindakan sesuai dengan pedoman penanganan penyakit hewan menular. Apabila pada waktu pemeriksaan post mortem (setelah pemotongan) ditemukan kasus maka akan dilaksanakan tindakan sesuai dengan derajat kelainan yang ditemukan.

(Imas)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top