Hukrim

Polres Ketapang Bekuk Dua Pelaku Pertambangan Illegal

Photo : Lokasi tambang emas illegal di Indotani Kabupaten Ketapang

Ketapang - Jajaran Polres Ketapang mengamankan 7 Excavator dan dua pelaku dalam operasi penertiban pertambangan tanpa izin (PETI) di Kecamatan Matan Hilir, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada Rabu, 5 Agustus 2020.

Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono melalui kasat Reskrim AKP Primastya Dyran Maestro membenarkan jajaranya telah mengamankan 7 excavator dan dua pelaku dalam operasi penertiban pertambangan ilegal di Indotani, Kecamatan Matan Hilir pada tanggal 1 Juli 2020.

“ Iya benar, kami mengamankan dua pelaku penambang ilegal pada hari selasa tanggal 21 Juli 2020. Kedua pelaku tersebut itu adalah PU dan LJ,"ujar Primastya

Ia menambahkan, Adapun peran dari tersangka PU adalah pemilik 1 unit excavator, sementara LJ adalah orang yang mengawasi kegiatan alat berat tersebut. Dan kedua pelaku sempat kabur ke dalam hutan pada saat akan ditangkap.

"Terkait adanya berita dari salah satu media online yang menyampaikan bahwa Polres Ketapang belum mau mengungkap kepemilikan 7 excavator. saya sampaikan bahwa Polres Ketapang terus melakukan pendalaman dan penyidikan siapa pemilik dari alat berat tersebut, hal ini pun dibuktikan dengan sudah diamankan 2 tersangka pemilik 1 alat berat tersebut,"katanya.

Lebih lanjut, kata Primastya, Polres Ketapang akan komitmen dalam penanganan kasus Illegal mining dan akan memproses para pelaku yang melakukan pertambangan illegal. "Saya pastikan kasus pertambangan illegal di Indotani akan di proses sesuai prosudur hukum,"pungkasnya.

(Rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top