Hukrim

KSAL : Pengawalan Samudra di Pundak TNI AL

Photo : Istimewa

Pontianak - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, peringatan hari jadi yang ke-75 tahun ini agar tetap menggelorakan semangat sebagai Prajurit Jalasena ditengah situasi pandemi COVID-19 yang tengah mendunia ini.

"Sebagai bagian integral dari sebuah bangsa maritim yang besar dan sekaligus juga merupakan komponen utama pertahanan negara, tentunya TNI Angkatan Laut akan selalu mendukung setiap langkah kebijakan pemerintah," kata KSAL Laksamana TNI Yudo Margono saat memimpin upacara Peringatan Hari Ulang Tahun TNI AL yang ke-75 tahun di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (10/9).

Menurutnya, kejayaan TNI Angkatan Laut sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus memiliki keunggulan karakter dan profesionalisme.

“Sebagai prajurit pengawal samudera Nusantara, di pundak kitalah dipercayakan amanah untuk membangun kekuatan TNI Angkatan Laut yang melindungi segenap bangsa serta menjamin kedaulatan dan keamanan negara di laut”, katanya.

Dikatakannya, kekuatan armada kapal perang, pasukan Marinir, pesawat udara dan pangkalan yang terintegrasi dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) merupakan keunggulan khas yang dimiliki TNI AL yang sekaligus menjadi pilar pendukung interoperabilitas Trimatra terpadu TNI.

"Sekalipun memiliki peran dan fungsi serta kekhasan masing-masing, seluruh komponen SSAT merupakan satu kesatuan yang utuh dalam pelaksanaan tugas pertahanan dan keamanan di laut," ujarnya.

Sejak kelahirannya, lanjut Mantan Pangkogabwilhan I, TNI AL telah memberikan bukti nyata sebagai penyangga utama pertahanan di laut dalam bentuk kehadiran dan pengabdiannya guna mewujudkan kedaulatan laut Nusantara serta mengawal keutuhan NKRI sebagai jaminan negara terhadap keselamatan dan kelangsungan hidup bangsa.

“Salah satu karakter kekuatan Angkatan Laut adalah kekuatan militer yang selalu siap untuk dioperasionalkan (ready force). Ini diwujudkan dalam bentuk kehadiran di laut atau Naval Presence, baik pada saat situasi damai, masa krisis hingga masa perang, dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, serta melindungi kepentingan nasional Indonesia dari segala ancaman dan gangguan," ujarnya.

Dengan semangat Jalesveva Jayamahe, TNI AL berkomitmen untuk membangun kekuatan yang siap dioperasikan atau operational ready force, sehingga Angkatan Laut mampu hadir kapanpun dan dimanapun negara dan rakyat membutuhkan. Hal ini dibuktikan bahwa sejarah telah mencatat ketika bangsa ini mengembalikan Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi, Angkatan Laut hadir dalam operasi Trikora.

“Ketika negara lain mempermasalahkan batas wilayah maritim kita, Angkatan Laut hadir mengamankan setiap batas maritim dan pulau terluar. Ketika KM. Sinar Kudus dibajak di Somalia, Angkatan Laut hadir membebaskan sandera. Ketika penyebaran narkotika makin marak, Angkatan Laut hadir menggagalkan penyelundupan sabu di Kapal Sun Rise Glory, dan ketika negara dilanda wabah Covid-19, Angkatan Laut hadir bersama kekuatan nasional lainnya dalam mengatasi pandemi,” tegasnya.

“Tanamkan semboyan dan doktrin Jalesveva Jayamahe di dalam hati sanubari kita, sebagai Prajurit Jalasena. Untuk itu, sebagai pemimpin TNI Angkatan Laut Saya mengajak agar kita semua bersatu dan bangkit untuk bersama-sama memperjuangkan kejayaan TNI Angkatan Laut menuju Jalesveva Jayamahe dan membangun Indonesia Maju," katanya.

(Dika)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top