Travel

Bupati Kubu Raya Resmikan Wisata Religi Darul Fikri

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan Meresmikan wisata religi pada sabtu (2/09/20) Photo : ist

Kubu Raya – Pariwisata desa di Kabupaten Kubu Raya kian menggeliat. Terbaru, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan meresmikan objek Wisata Religi Pondok Pesantren Darul Fikri di Desa Sungai Belidak, Kecamatan Sungai Kakap, Sabtu (12/9).

Muda Mahendrawan mengapresiasi objek wisata religi yang dikelola pondok pesantren. Hal itu membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Pondok pesantren di Kubu Raya itu terbanyak di Kalimantan. Dengan kreativitas dan semangat, pondok pesantren itu tidak hanya dilihat dari satu sudut pandang tapi lebih luas, yaitu bisa memberikan stimulan dampak ekonomi sosial yang luar biasa. Nah, Alhamdulillah luar biasa inisiatif konsepnya,” tuturnya memuji.

Muda mengatakan beberapa waktu terakhir pariwisata desa di Kubu Raya berkembang pesat. Setiap akhir pekan, cukup banyak kunjungan ke objek-objek wisata desa di Kubu Raya. Karena itu, dirinya mengajak pengelola wisata religi Darul Fikri untuk terus mengembangkan potensi wisata yang ada.
“Di sini areanya masih cukup memadai. Bisa saja nanti ada area untuk kamping atau berkemah. Dan itu bisa jadi potensi bagi anak-anak muda yang sangat aktif,” ujarnya.

Ia mengaku gembira dengan keberadaan wisata religi di Kubu Raya. Sebab hal itu relevan dengan visi religius Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Dirinya menyebut wisata tak selalu identik dengan kesenangan material.
“Wisata itu bukan hanya soal senang-senang, tapi juga tentang dampak manfaat yaitu memberikan suasana batin yang membahagiakan. Siapa yang tidak bahagia ketika berada di dekat pondok pesantren,” sebutnya.

Lebih jauh dirinya menilai Kubu Raya dengan 118 desa dan profil penduduk yang heterogen menjadi aset besar khususnya di sektor pariwisata. Terlebih Kubu Raya memiliki tiga pintu muara dan akses masuk melalui darat, air, dan udara di mana terdapat bandara dan terminal bis internasional. Kubu Raya juga berbatasan langsung dengan enam kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat. Berbagai kelebihan itu, menurutnya, harus dikelola secara maksimal.

“Kita kembangkan semua ini. Desa-desa ada 118 dan satu sama lain punya ciri khas budaya peradaban yang masih hidup. Inilah suatu potensi luar biasa buat kita. Dengan kreativitas dan inovasi, ini memunculkan inspirasi dan gerakan-gerakan penguatan yang dapat mengurangi pengangguran. Apalagi di tengah pandemi saat ini,” tuturnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fikri, Kiai Nur Holik, mengatakan dirinya menggagas Wisata Religi Ponpes Darul Fikri dengan tema unik. Hal itu untuk membangkitkan kembali budaya-budaya lokal yang selama ini mulai tergerus kemajuan teknologi.

”Jangan sampai budaya-budaya kearifan lokal leluhur kita dihilangkan. Sebab tanpa perjuangan para leluhur, kita tidak bisa menikmati kemerdekaan seperti saat ini,” ujarnya.

(Aji)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top