Hukrim

Polres Kubu Raya Tangkap 4 Pengedar Narkoba Dan Bos Miras

Polres Kubu Raya menggelar pres rilis pengungkapan miras dan narkoba pada Kamis (24/09/20) Photo : delikkalbar.com

Kubu Raya - Jajaran anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Kubu Raya menggerebek pabrik miras illegal jenis arak di Jalan Pancasila Utara, Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Minggu, 20 September 2020 sekitar pukul 09.00 Wib.

Kasat Narkoba Polres Kubu Raya Iptu Robert Damanik mengatakan, bahwa penggerebekan pabrik minuman keras berawal adanya informasi dari warga yang masuk ke Polres Kubu Raya. Dari laporan tersebut kemudian dilakukan penyelidikan, dan ternyata informasi itu benar dan selanjutnya dilakukan tindakan.

"Saat kami gerebek pelaku sedang melakukan aktifitas memasak miras jenis arak di pondok belakang rumah. Selanjutnya pelaku dan barang bukti kami amankan untuk proses lebih lanjut,"ujar Robert Damanik pada Jumat, 25 September 2020 saat memimpin Pres Rilis.

Ia melanjutkan, ketika dilakukan penggerebekan ada sejumlah barang bukti yang diamankan. Yaitu, satu set alat untuk memasak miras, satu buah ember, 11 drum berisikan beras, ragi dan gula. 18 kantong berisikan arak, 1 kotak berisikan ragi, 1 buah selang, 1 buah penyaring dan satu buah corong.

"Pelaku di jerat Pasal 8 ayat (1) huruf a Jo pasal 62 ayat (1) UU RI No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 111 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No.36 Tentang Kesehatan atau pasal 135 UU RI No. 18 Tahun 2012 Tentan Pangan,"tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, bahwa sejak Agustus hingga September 2020. Polres Kubu Raya telah mengungkap 6 kasus narkoba, dan satu diantaranya adalah pembuatan miras jenis arak tanpa izin dan telah mengamankan 6 tersangka.

"Untuk kasus narkoba barang bukti yang berhasil diamankan 9,64 gram, ekstasi 0,57 gram dan untuk miras jenis arak 80 liter,"kata Robert.

Sementara itu, pelaku pembuat miras illegal. Yakni M mengatakan, bahwa membuat miras dilakukan sudah cukup lama, dan miras ia buat untuk obat orang yang melahirkan. Kemudian dia produksi saat ada pesanan dari warga.

"Saya buat miras ini saat ada yang pesan saja, dan miras ini saya buat dari beras, ragi dan gula yang kemudian di masak dengan dandang,"ungkapnya.

Satu diantara pelaku narkoba saat di wawancarai sejumlah wartawan sempat menangis dan mengaku sudah dua kali terjerat dengan kasus yang sama. "Ini yang kedua kalinya saya terjerat kasus narkoba bang, saya kapok dan tak akan mengulangi lagi,"ujarnya.

(Fai)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top