Hukrim

Pulang Dari Malaysia, 213 PMI di Rapid Test

Sanggau - Sebanyak 213 Pekerja Migran Indonesia (PMI) masuk ke Indonesia melalui jalur PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat pada Senin, 12 Oktober 2020. Dari 213 orang PMI tersebut sebanyak 152 orang masuk ke Indonesia melalui PLBN Aruk sebanyak 59 orang. Sedangkan 2 PMI tanpa dokumen masuk melalui jalur tidak resmi dari sektor kiri PLBN Entikong.

Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kps Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan, pihaknya akan terus memantau dan mengawasi setiap PMI yang masuk ke Indonesia baik yang melalui PLBN Entikong dan PLBN Aruk serta PPLB Jagoi Babang maupun jalur tidak resmi.

"Selain mengawasi PMI, Satgas juga mengawasi kegiatan illegal logging, illegal minning, human trafficking, penyeludupan narkoba, Miras dan lain sebagainya,"ujar Alim Mustofa pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Ia melanjutkan, bahwa Pos Lintas Batas Negara di Kalimantan Barat, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas terus mengawasi kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona masuk ke Indonesia.

"Sebelum memasuki gedung PLBN, seluruh PMI yang tiba diwajibkan menerapkan protokol kesehatan terlebih dahulu. seperti, menggunakan masker yang benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak satu sama lain dan melewati bilik disinfektan serta melaksanakan rapid test,"ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, Usai dilakukan rapid test, 212 PMI dari 213 dinyatakan non reaktif, sedangkan 1 dinyatakan reaktif. Selanjutnya untuk yang reaktif di serahkan ke dinas kesehatan. pihaknya juga akan terus memantau dan mengawasi setiap PMI yang masuk ke Indonesia baik yang melalui PLBN Entikong dan PLBN Aruk serta PPLB Jagoi Babang maupun jalur tidak resmi.

"Selain mengawasi PMI, Satgas juga mengawasi kegiatan illegal logging, illegal minning, human trafficking, penyeludupan narkoba, Miras dan lain sebagainya," kata Dansatgas mengakhiri.

Adapun ke 213 PMI tersebut berasal dari Prov. Kalbar 57 orang, Prov. Kalsel 2 orang, Prov. Kalut 4 orang, Prov. Banten 1 orang, Prov. Jabar 5 orang, Prov. Jateng 7 orang, Prov. Jatim 3 orang, Prov. NTB 42 orang, Prov. NTT 2 orang, Prov. Sulsel 78 orang, Prov. Sulteng 2 orang, Prov. Sultra 2 orang, Prov. Lampung 4 orang, Prov. Sulut 1 orang, Prov. Sumsel 1 orang dan Prov. Maluku 2 orang.

Sumber : Pendam XII/Tpr

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top