Pendidikan

Universitas Widya Dharma Pontianak Gelar Wisuda Via Online

Pontianak - Untuk pertama kalinya, Universitas Widya Dharma (UWD) Pontianak menggelar wisuda mahasiswa dan Mahasiswi dengan cara daring di tengah pandemi COVID-19 di Lantai 10 Aula UWD Pontianak, Rabu (14/10).

Proses wisuda ini digelar di Aula UWD Pontianak dan diikuti Rektor UWD Pontianak Hadi Santoso beserta beberapa jajarannya dengan mengenakan masker dan menjaga jarak.

Sementara para wisudawan mengikuti prosesi melalui aplikasi telekonferensi Webex. Bagi wisudawan diploma dan Strata 1/Sarjana, kucir toga dipindahkan oleh orang tua atau wali masing-masing.

Tahun ini, UWD Pontianak mewisuda sebanyak 639 Mahasiswa dan Mahasiswi dan yang hadir secara fisik, hanya 30 Mahasiswa dari perwakilan masing-masing Program Studi (Prodi) yang lulus dengan IPK Tertinggi.

Para Wisudawan dan Wisudawati yang meraih IPK Tertinggi dari Jenjang Strata 1,  Prodi Informatika diraih oleh Chandra Leowira,S.Kom dengan IPK 3,97, Kemudian Prodi Sistem Informasi  diraih oleh Han Shen, S.Kom, dengan IPK 3,88, lalu Prodi Manajemen diraih oleh Vivian Floretta, S.M, dengan IPK 3,99, dan Prodi Akuntasi diraih oleh Valencia Budiman, S.Ak, dengan IPK 3,98.

Kemudian, untuk jenjang Diploma III, Prodi Manajeman Perkantoran diraih oleh Vira Mercury, A.Md.M dengan IPK 4,00 dan dari Prodi Bahasa Inggris diraih oleh Joni, A.Md,Li dengan IPK 3,95.

Ketua YayasanWidya Dharma Pontianak, P Widjaja Tandra, SH, MM menyampaikN permohonan maaf, acara yang membahagiakan serta membanggakan ini dengan berat hati dilaksanakan secara daring, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang hingga hari ini masih mengancam keselamatan kita.

"Satu hal yang perlu kita sadari bersama adalah bahwa kondisi ini sama-sama tidak kita inginkan. Dari hati terdalam, Yayasan Widya Dharma Pontianak pun ingin menyaksikan wajah gembira dan bangga para orangtua mahasiswa hadir langsung dalam wisuda anak-anaknya, seperti yang telah kita lakukan selama beberapa dekade,"ucap P Widjaja Tandra,SH, MM dalam sambutannya.

Teristimewa, wisuda tahun ini adalah wisuda pertama Perguruan Tinggi Widya Dharma Pontianak berubah status menjadi Universitas Widya Dharma Pontianak.

"Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, pilihan wisuda daring terpaksa kita ambil demi kebaikan yang lebih besar, yakni ikut memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19," jelasnya.

Dalam acara wisuda daring ini, izinkan saya atas nama Yayasan mengucapkan selamat atas kelulusan pada mahasiswa-mahasiswi yang berbahagia.

"Semoga keberhasilan ini dapat mengundang keberhasilan lain yang lebih besar dalam kehidupan Anda semua selanjutnya," harapnya.

Sebagai bekal untuk perjalanan karir kalian berikutnya, Ketua Yayasan ingin memberikan sebuah prinsip hidup tentang nilai kejujuran. Kejujuran adalah suatu karakter dan keutamaan dalam kehidupan kita, terutama dalam era digital saat ini.

Ada suatu cerita fabel Tiongkok yang bertutur tentang kejujuran. Alkisah, seorang pedagang dari kota Jiyin, suatu hari berjuang menyeberangi sungai tatkala perahunya tenggelam. Seorang nelayan mengayuh sampan mendekatinya untuk membantu. Pedagang Jiyin meminta tolong sambil berkata,

“Saya pedagang dari kota Jiyin, orang terkaya, tolonglah dan saya akan memberimu 100 ons perak.” Nelayan menyelamatkannya ke pantai namun sesampai di daratan, pedagang itu hanya memberikan 10 ons perak. Kemudian nelayan bertanya, “Tadi Anda berjanji akan memberikan hadiah 100 ons perak, namun sekarang Anda hanya memberikan 10 ons?” Pedagang Jiyin kaya itu menjawab, “Anda seorang nelayan, berapalah pendapatanmu sehari? Sekarang dengan mudah Anda mendapat 10 ons perak dan masih belum puas?” Nelayan sangat kecewa dan pergi.

Beberapa hari kemudian, pedagang itu berlayar kembali dan kapalnya membentur karang lagi dan tenggelam. Nelayan yang pernah menolong kebetulan berada di situ. Sejumlah orang melihat si nelayan diam saja, lalu bertanya, “Mengapa Anda tidak menolongnya?” Nelayan menjawab, “Inilah orang yang berjanji akan memberikan 100 ons perak, tetapi mungkir dan tidak menepatinya, orang tidak jujur tak perlu ditolong.” Lalu si nelayan menuju pantai sambil memandang si pedagang yang berjuang menyelamatkan diri dan akhirnya tenggelam.

"Dari kisah ini jelas bahwa orang yang tidak jujur tidak akan dipercaya. Jika ia menghadapi kesulitan, tidak ada yang datang menolong. Andaikata, bisnis adalah roda gigi, maka kepercayaan itu ibarat minyak yang akan mempercepat dan melancarkan perputarannya. Kepercayaan tidak bisa diraih dalam semalam, itu ekspresi individual dan menyeluruh," ujarnya lagi.

Cerita lain datang dari Amerika. George Washington, seorang negarawan yang dikenal sebagai salah satu pendiri negara Amerika Serikat dan Presiden Pertama Amerika Serikat. Sewaktu masih kanak-kanak ketika bermain-main dengan kapak kecil ayahnya, ia menebang pohon cherry kesayangan ayahnya. Ayahnya sepulang ke rumah, melihat pohon cherry kesayangan ditebang orang, lalu marah besar dan mau menghukum siapa yang merusak pohon cherry kesayangannya.

George Washington kecil tidak menyangkal perbuatannya dan berani mengakui bahwa ia yang melukai kulit pohon cherry ayahnya dengan kapak kecil ayahnya. Kemarahan ayahnya mereda dan berkata bahwa kejujurannya lebih berharga daripada semua pohon cherry yang ada, meskipun pohon cherry itu berbunga perak dan memiliki daun dari emas.

Hal serupa terjadi pada Presiden Amerika Serikat lain, Richard Nixon, tumbang pada 1974, dipaksa untuk mengungkapkan kebohongannya dalam skandal Watergate. Inilah hasil ceritera jujur dan dihormati, dan kebohongan/ ketidakjujuran yang ditinggalkan orang.

Saat ini selalu didengungkan bahwa kita telah berada dalam Revolusi Industri 4.0. yang telah berdampak signifikan pada pola hidup manusia bekerja, seperti berkurangnya kebutuhan sumber daya manusia karena diganti mesin pintar otomatisasi berbasis robotic,  artificial intelligence, drone operation centre hingga virtual worker, dan pemanfaatan Internet of Thing (IoT), sistem cyber-fisik, cloud computation, dan cognitive computation yang menandai dimulainya era ini.

Dikatakannya, Perubahan terbaru ini membawa dampak dalam kehidupan manusia termasuk aktivitas bisnis dan manajemen.
Dalam pasar tenaga kerja, manusia akan bersaing dengan robot-robot cerdas. Shinzo Abe, mantan Perdana Menteri Jepang, dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia, 23 Januari 2019, di Davos, Swiss, menjelaskan visi baru Jepang: Society 5.0. Dengan peradaban versi 5.0 ini Jepang mendambakan terciptanya masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based) untuk menyeimbangkan kemajuan ekonomi dan mutu kehidupan.

"Konsep ini lahir sebagai respon dan pengembangan Revolusi Industri 4.0 yang dinilai berpotensi mereduksi peran manusia," jelasnya.

Era Society 5.0 akan mengembalikan peran manusia dan teknologi secara proporsional. Di sinilah benang merah dari nilai kejujuran dan kepercayaan yang saya kemukakan di atas. Bekal yang harus dimiliki generasi sekarang adalah kejujuran dan dapat dipercaya.

"Dengan bekal karakter ini dan pengetahuan akademis yang dimiliki, alumni Universitas Widya Dharma Pontianak akan tetap diperhitungkan. Proses pembelajaran kita akan terus dimutakhirkan agar alumni-alumni dapat memiliki daya saing yang tinggi," pesannya.

Yayasan Widya Dharma Pontianak juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum yang telah banyak membantu dan memperhatikan perkembangan Universitas Widya Dharma Pontianak.

Sejak saat menjabat Wali Kota Pontianak sampai menjabat Gubernur Kalbar, dan Terima kasih kami juga kami sampaikan kepada Kepala LLDIKTI XI Wilayah Kalimantan yang telah membina dan memfasilitasi berbagai urusan pendidikan Tinggi Universitas Widya Dharma Pontianak.

"Semoga acara pelantikan hari ini menjadi pintu bagi para wisudawan dan wisudawati untuk memasuki kehidupan yang penuh peluang dan keberhasilan," ingatnya.

Sementara, Rektor UWD Pontianak Hadi Santoso, SE, MM menyampaikan Wisuda Tahun ini merupakan wisuda yang pertama dilakuakan dengan online.

"Pandemi Covid-19 ini membuat kami harus melaksanan Wisuda dengan Online. Wisuda Online tidak akan mengurangi makna upacara wisuda," Rektor UWD Pontianak Hadi Santoso, SE, MM.

Rektor UWD Pontianak juga berpesan dalam kondisi seperti ini, wisudawan dan wisudawati harus peka terhadap teknologi komunikasi digital tidak bisa diabaikan lagi.

Teknologi komunikasi digital telah mengambil alih sebagaian kehidupan manusia. Kalau teknologi tidak secanggih sekarang, apa jadinya saat pandemi saat ini.

Belajar situasi seperti saat ini dan kembangkan inovasi semaksimal mungkin dan belajar terus dan jangan terlalu bersantai," pesannya.

Bendahara Yayasan Widya Dharma, Pastor Kosmos Jang, OFM.CAP menyampaikan, Upacara Wiauda ini merupakan wisuda pertama setalah berubah status dari Perguruan Tinggi menjadi Universitas.

"Wisuda secara Daring, tidak akan mengurangi makna upacara wisuda ini," ucap Pastor Kosmos OFM.CAP saat mewakili Yayasan Widya Dharma menyampaikan harapan kepada para Wisudawan dan Wisudawati agar menerapkan disiplin ilmu yang didapat saat kuliah," harap Pastor Kosmos Jang, OFM.CAP.

(Dika)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top