Kesehatan

Tim Gugus Tugas Covid-19 Razia Warkop Asiang, 23 Orang Reaktif

Tim gugus tugas Covid-19 kota Pontianak gelar rapid test di warkop asiang di Jalan Merapi pada rabu (18/11/20) Photo:delikkalbar.com

Pontianak - Tim gugus tugas COVID-19 kota Pontianak melakukan rapid test di warung kopi Asiang di Jalan Merapi kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu, 18 November 2020. Dalam rapid itu ada 83 orang yang di rapid tes dan ada 23 orang yang reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan Pontianak Sidiq Handanu mengatakan, warkop Asiang di razia oleh Tim gugus tugas Covid-19 karena menjadi tempat ber kerumun banyak orang yang kemudian dikhawatirkan bisa menjadi tempat penyebaran virus corona atau COVID-19.

"Dari razia hari ini ada 23 orang yang reaktif COVID-19. Setelah di rapid dan swabs sebanyak 23 orang ini mesti melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sambil menunggu hasil keluar,"ujar Handanu kepada pada Rabu, 18 November 2020.

Ia melanjutkan, bahwa kasus COVID-19 di kota Pontianak saat ini masih tinggi. Sehingga kegiatan razia oleh Tim gugus tugas akan terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona COVID-19.

"Kegiatan razia ini akan terus dilakukan sampai benar-benar virus corona tidak ada di kota Pontianak,"ujar Sidiq.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja kota Pontianak, Syarifah Adriana mengatakan, razia dilakukan oleh Tim gugus tugas untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Dalam razia itu kata dia ada 83 orang di rapid test. Dan dari 83 orang yang di rapid ada 23 orang yang reaktif Covid-19. 23 orang yang reaktif diantaranya 7 orang pemilik warkop dan karyawan dan 18 orang para pengunjung.

"Untuk 23 orang yang hari ini di rapid tes, dan hasilnya reaktif mereka harus melakukan isolasi mandiri di rumah hingga hasilnya keluar. Untuk sementara menunggu hasil tes keluar warung ini mesti tutup,"kata Syarifah.

Ia menambahkan, Selama tim gugus tugas menggelar razia masker ada 580 orang yang telah ditindak dengan denda per orang Rp 200 ribu. Dari 580 orang yang di sanksi jumlah dendanya sekitar Rp146 juta.

"Saya mengimbau kepada pengelola warung kopi yang ada di kota Pontianak agar mematuhi protokol kesehatan, seperti menyiapkan tempat cuci tangan, pengunjung mesti menggunakan masker dan menjaga jarak,"tuturnya.

(Fai)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top