Hukrim

Beton Proyek Barau Parit Sudarso Pecah, Ini Kata Kabid Bina Marga

Photo : Proyek barau di parit soedarso pontianak Kalimantan Barat (delikkalbar.com)

Pontianak - Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat Sukri, mengatakan beton yang pecah dan sudah dipasang di proyek turap di Parit Sudarso Jalan Sungai Raya Dalam akan dilakukan pengurangan hitungan volume saat dilakukan pembayaran.

"Akan kita potong sesuai beton yang terjadi pecah dan retak, kita ukur mana beton yang pecah dan retak tidak kita hitung,"ujar Sukri saat dikonfirmasi delikkalbar.com di kantornya pada Kamis, 26 Nopember 2020.

Ia melanjutkan, proyek barau di Parit Sudarso dikerjakan oleh CV. Pandu dengan kualitas beton K700 dan sumber dananya dari anggaran APBD Provinsi Kalbar sebesar Rp 3 Milyar dengan panjang volumenya 180 meter.

"Beton untuk proyek barau ini pabrikan, bukan cetak sendiri dan standar betonya K700 sama dengan kualitas beton proyek di Tahun 2019,"kata Sukri.

Sebelumnya telah diberitakan, Mega proyek pembangunan turap di parit Soedarso Kecamatan Pontianak Tenggara Kalimantan Barat yang di laksanakan menggunakan mini file beton K700. Terlihat diantara mini file yang dilokasi proyek terlihat ada yang retak pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Pihak pelaksana proyek, Nanang mengatakan kalau mini file yang retak sudah sejak awal diturunkan dari tronton terjadi retak. Retak itu waktu nurunkan dari tronton. tapi tidak pengaruh terhadap konstruksi karena pembesi-nya pres tres.

"Tidak masalah itu, karena intinya di pembesi-nya,"tuturnya.

(Fai)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top