Sebar Hoaks Tentang Vaksin COVID-19 Warga Pontianak Ditangkap Polisi

  • Whatsapp

Pontianak – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Daerah Kalimantan Barat berhasil mengungkap dan mengamankan satu orang pria berinisial AS (30) yang telah menyebarkan berita bohong terkait Vaksin COVID-19 jenis Sinovac di media sosial Facebook pada Rabu, 27 Januari 2021. AS mengatakan bahwa efek samping vaksin dapat menyebabkan munculnya penyakit lain.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Kombes Pol Juda Nusa Putra, menjelasnkan, pengungkapan berawal dari tim patroli siber Polda Kalbar yang menemukan akun facebook yang memposting komentar mengandung hoaks di grup komunitas masyarakat Pontianak Informasi.

Bacaan Lainnya

“ Tim Patroli Siber dari Subdit V Ditreskrimsus Polda Kalbar Pada Senin, 25 Januari 2021 menemukan akun facebook atas nama AS, yang menuliskan komentar mengandung muatan berita haoks tentang pemberian vaksin Covid-19,”ujar Juda Nusa Putra pada Rabu, 27 Januari 2021.

Juda mengatakan, isi komentar AS di Facebook “Awas itu bukan vaksin tapi virus yang akan menghancurkan rakyat indonesia, pertama di suntik emang tidak nampak terkena langsung virusya, nanti jelang 4 atau 6 bulan baru kelihatan yang pernah di suntik, timbul penyakit karena virus suntikan tadi dari veksin tdi, awas hati- hati jangan tertipu, hati-hati rakyat sebelum di suntik fikirkan sejauh jauhnya, lebih baik jangan, kita mah udah sehat kok buat apa d suntik, jangan takut dengan Corona.

“Setelah menemukan postingan tersebut tim langsung melakukan rangkaian penyelidikan tentang akun tersebut dan keberadaannya. Di hari yang sama, pemegang akun facebook tersebut langsung diamankan,”ujarnya.

Lanjut, Juda, Adapun barang bukti yang diamankan petugas berupa 1 unit Handphone yang digunakan pelaku saat memposting komentar hoaks dan 1 lembar screen capture dari postingan akun facebook milik pelaku.

“Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan petugas dari Subdit Siber Polda Kalbar. Kami (Polda Kalbar) tidak hentinya mengingatkan kepada masyarakat agar bijak dalam media sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya,”tuturnya.

Pelaku dapat disangkakan pasal 45A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana” tutupnya

(Fai)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *