Operasi Pekat, Polda Kalbar Tangkap 314 Preman

  • Whatsapp
Foto : Polda Kalbar menggelar konferensi pers pengungkapan operasi pekat 2021 pada Senin (12/04/21)

Pontianak – Kepolisian Polda Daerah Kalimantan Barat (Kalbar) dan jajaran berhasil mengungkap 1.202 kasus dari Operasi Pekat Kapuas 2021 yang di gelar selama 14 hari dari tangga 29 Maret hingga 11 April 2021. Dari operasi tersebut sebanyak 1.468 orang berhasil diamankan.

Direktur Reskrimum Polda Daerah Kalimantan Barat, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan, bahwa Operasi Pekat Kapuas 2021 merupakan program prioritas Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo yang di kenal dengan nama presisi akronim dari prediktif, responsibilitas, dan transparansi keadilan, mencanangkan beberapa aksi yaitu pengungkapan kejahatan jalanan yang menjadi perhatian publik dan kejahatan yang berkaitan dengan gender dan kelompok rentan.

Bacaan Lainnya

“Operasi pekat ini, operasi penegakan hukum terhadap kasus Narkoba, perjudian, prostitusi, premanisme, miras, petasan dan senjata api dan penyakit masyarakat lainya di wilayah Kalimantan Barat yang dilaksanakan sejak tanggal 29 Maret hingga 11 April 2021,”ujar pada Senin, 12 April 2021.

Ia mengatakan, dari operasi pekat yang di gelar oleh Polda Kalbar dan jajaran tersebut berhasil diungkap 1.202 kasus dan diamankan 1.468 orang pelaku penyakit masyarakat. Dan dari 1202 kasus tersebut, kasus narkoba 90 kasus, perjudian 69 kasus, prostitusi 201 kasus, premanisme 314 kasus, miras 306 kasus, petasan 71 kasus dan senjata api 151 kasus.

“Dan sebanyak 1467 orang berhasil diamankan, dari 1467 orang tersebut. Sebanyak 452 proses sidik dan tipiring. Selanjutnya, 1015 orang dilakukan pembinaan,”ujarnya.

Lanjut Luthfie, dari operasi pekat tersebut ada sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan. Diantaranya, ada 64 kotak kayu mesin judi, 24 mesin CPU, 94 unit monitor berbagai merek, 3 unit TV LCD, 18 buah keyboard, 10 unit handphone, 133 klip plastik transparan berisi sabu.

“Barang bukti yang berhasil kita sita hari ini semuanya sudah di musnahkan. Terkecuali sabu, nanti dari bidang Reserse narkoba yang akan melakukan pemusnahan,”katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kalbar, Syarif Machmud Alkadrie, sangat mengapresiasi langkah tegas Polda Kalbar dalam melakukan upaya hukum dengan menggelar operasi pekat menjelang bulan Suci Ramadhan 1442 H. Dan ia meminta agar operasi tersebut terus dilakukan, agar warga yang akan melaksanakan ibadah puasa bisa tenang.

“Saya sangat mendukung operasi pekat ini, semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan oleh jajaran Polda Kalbar,”ucapnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
33 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
33 %
Surprise
Surprise
33 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *