Ini 7 Tuntutan Demo Buruh di Kalbar

  • Whatsapp
Foto : Aliansi Solidaritas May Day Kalbar saat menggelar aksi damai di Bundaran Tugu Digulis Untan Pontianak pada Sabtu (1/05/21)

Pontianak – Setiap tanggal 1 Mei selalu diperingati sebagai hari buruh se-dunia atau International oleh kaum buruh baik di Indonesia atau ibu Kota Lainya di Dunia. Aksi demo buruh sendiri di kota Pontianak pada Sabtu, 1 Mei 2021. Di warnai adu mulut antara petugas Satgas COVID-19 dengan salah satu aliansi buruh.

Aksi adu mulut ini berawal salah satu Aliansi Solidaritas May Day Kalbar menggelar orasi diatas Panggung Mimbar, dan tiba-tiba datang seorang anggota polisi yang meminta agar orasi diberhentikan sementara lantaran ada petugas Dinas Kesehatan Kota Pontianak akan menyampaikan imbauan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Petugas Staf Percepatan penanganan COVID-19 Kota Pontianak, Widodo menjelaskan, bahwa ia datang ke lokasi aksi demo buruh hanya ingin mengimbau kepada para pengunjuk rasa agar menggelar aksi dengan menerapkan protokol kesehatan karena angka COVID-19 angkanya kembali naik.

“Saya kesini hanya ingin mengimbau kepada teman-teman aliansi agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Dan waktunya juga hanya sebentar 3 menit”ujar Widodo pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Sementara itu, Humas Aliansi Solidaritas May Day Kalbar, Fikri mengatakan, kedatangan Satgas COVID-19 yang memberikan imbauan agar menjaga protokol kesehatan saat menyampaikan aspirasi dianggapnya tidak masalah, karena dari awal menggelar unjuk rasa sudah mematuhi prokes dengan membawa hand Sanitaiser, masker dan tetap menjaga jarak.

“Saya tidak masalah dengan adanya penerapan aturan prokes, tapi jangan hanya kepada Aliansi yang sedang menggelar aksi unjuk rasa.Tapi mesti diberlakukan secara adil, seperti warung-warung kopi yang tetap ramai juga harus di imbau agar tetap menjaga protokol kesehatan,”ujarnya.

Sebagaimana diketahui, dalam aksi demo buruh tersebut, ada 6 tuntutan yang disampaikan. Diantaranya.

1. Cabut Undang-Undang nomor 11 Tahun 2020 Omnibus Law Cipta kerja dan regulasi turunannya yang memperparah penindasan di berbagai Ketenagakerjaan lingkungan dan sosial masyarakat.

2. Mengecam tindakan arogansi KPN CORP Division Plantation khususnya di perusahaan PT. Pariware kepada pimpinan Serikat Pekerja serikat buruh yang berupaya melakukan kriminalisasi intimidasi dan berupaya membungkam keberadaan Serikat Pekerja serikat buruh di perusahaan PT Patiware.

3.Menuntut segera memperbaiki upah bagi kaum buruh dan ekonomi baik itu buruh harian dan buruh tetap terutama bagi mereka yang bekerja di perkebunan besar komoditas di seluruh Indonesia.

4. Berikan cuti hari raya dan THR secara penuh pada kaum buruh. Tidak ada alasan bagi kapitalis besar untuk tidak menjalankan kebijakan.

5. Berikan kebebasan berserikat dan independent bagi kaum buruh serta kebebasan berekspresi tidak lagi dikriminalkan.

6. Hentikan segala bentuk kriminalisasi intimidasi serta teror terhadap kaum buruh dan rakyat yang sedang memperjuangkan haknya.

7. Menuntut segera pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual dan memenuhi hak-hak buruh perempuan dalam menjalani pekerjaannya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
100 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *