Gelapkan Motor, Oknum Guru di Kalbar Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Photo : Polda Kalbar gelar pres rilis pengungkapan kasus penggelapan mobil dan motor pada Rabu (09/06/21)

Pontianak – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat berhasil mengungkap kasus penggelapan mobil dan motor pada Rabu, 9 Juni 2021. Dari pengungkapan kasus penggelapan ini ada 8 tersangka yang diamankan yang salah satunya seorang guru Sekolah Dasar Negeri.

Delapan orang tersangka yang berhasil diamankan oleh Ditreskrimum Polda Kalbar, diantaranya adalah, NA, ES, VS, HB, HS, RH, dan AF (residivis) saat ini sedang ditahan di Polresta Pontianak.

Bacaan Lainnya

Direktur Reskrimum Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, dalam pengungkapan kasus penggelapan mobil dan motor ada 8 tersangka yang diamankan. Dari 8 tersangka tersebut salah satunya ada seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprofesi sebagai seorang guru Sekolah Dasar Negeri.

“Dari 8 orang tersangka yang kami tangkap, satu orang diantaranya seorang guru. Selanjutnya ada satu orang residivis dan lainya masyarakat,”kata Kombes Pol Luthfie kepada sejumlah wartawan saat menggelar Pres Conferenace pada Rabu, 9 Juni 2021.

Ia mengatakan, dalam melancarkan aksi penggelapan mobil tersebut, para tersangka menggunakan modus rental mobil dengan cara lepas kunci atau mengambil kendaraan melalui proses leasing kemudian menjualnya dengan harga murah jauh dari harga standar dengan dokumen kelengkapan hanya berupa STNK.

“Kemudian salah satu tersangka inisial VS merental mobil menggunakan KTP palsu untuk rata-rata sewa pembayaran dimuka untuk 2 hari lepas kunci, dan para korban yang mengantarkan mobil itu sendiri kepada pelaku,”ujar Luthfie.

Lanjut Luthfie, para pelaku penggelapan mobil lebih menyukai jenis kendaraan Toyota Rush dan Avanza Tahun 2016 ke atas. Dan untuk mengaburkan identitas kendaraan, pelaku melepas plat nomor kendaraan. Kemudian, mobil tersebut dijual dengan harga rata -rata Rp 25 hingga 60 Juta per unit.

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan ada 12 unit kendaraan roda 4 dan 8 unit masih dalam pencarian. Kemudian barang bukti lainya yang berhasil diamankan adalah 12 unit kendaraan roda 2.

“Apabila diasumsikan harga kendaraan masing – masing satu unit Rp 150 juta, maka kerugian yang dialami oleh rental keseluruhan mencapai Rp 3 Milyar,”katanya.

Lebih lanjut, ke 8 tersangka akan dikenakan Pasal 372 KUHP, pasal 378 KUHP dan para penadah akan dikenakan pasal 480 KUHP.

Happy
Happy
25 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
25 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
25 %
Surprise
Surprise
25 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *