Sutarmidji Tinjau Vaksinasi Bagi Pelajar SMA dan SMK

  • Whatsapp

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., meninjau Vaksinasi bagi Siswa-Siswi Sekolah Menengah Atas (SMK) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seluruh Provinsi Kalbar, di SMA Negeri 9 Kota Pontianak, Kamis (8/7).

“Anak sekolah seluruhnya akan kita vaksin, tapi ada juga beberapa orangtua mereka tidak mau namun jika adanya sekolah tatap muka yang tidak di vaksin ini bisa membahayakan kawan-kawan mereka yang lain, sehingga lebih ideal itu di vaksin saja. Ini aja dari ratusan siswa yang di vaksin ada 70 siswa yang tidak divaksin, vaksin ini untuk menjaga anak-anak supaya lebih kebal (kuat),” ungkap H. Sutarmidji, S.H., M.Hum.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, untuk saat ini, akan adanya belajar tatap muka dalam waktu dekat untuk wilayah zona kuning dan hijau di daerah Kalbar. Sedangkan untuk wilayah yang memasuki zona merah pihak Pemerintah Provinsi Kalbar belum membolehkan belajar tatap muka.

“Kalau sudah aturan tatap muka dari Pemerintah Pusat akan kia lakukan belajar tatap muka. Untuk saat ini masih libur akan masuk tanggal 12 juli mendatang sudah masuk sekolah. Tapi kita akan liat dulu, untuk zona merah tidak boleh belajar tatap muka,” tuturnya.

Dirinya menegaskan, bahwa vaksin yang dilakukan bagi para pelajar diperuntukan bagi siswa-siswa kelas XII SMA dan SMK , meskipun demikian vaksinasi ini tidak menutup kemungkinan akan dilakukan bagi siswa-siswi yang berusia 18 tahun.

“Vaksin ini hanya untuk kelas XII saja, kecuali ada siswa kelas XI tapi umurnya sudah 18 tahun. Namun jika nanti ada ketentuan umurnya 12 tahun dari Pemerintah Pusat, maka seluruh SMA dan SMK atau sederajat lainnya harus divaksin. Jadi vaksin ini untuk menghindari akibat fatal dari Covid-19,” tegasnya.

Meskipun demikian, ia tidak menutup kemungkinan orang telah divaksin bisa terpapar Covid-19 namun jika orang telah di vaksin tidak mengakibatkan fatal. Dirinya pun meminta masyarakat untuk tidak mencari informasi yang tidak akurat dan akuntabel terkait masalah Vaksin sehingga terjerat haoks.

“Kalau ada yang bilang sudah di vaksin tapi masih ada yang kena Covid-19, itu memang betul. Karena vaksin itu tidak ada seratus persen kembali lagi ke daya tubuh kita. Terus ada yang bilang negara amerika tidak pakai vaksin tapi aman, jangan dengarkan informasi yang tak benar itu berita sudah satu tahun yang lalu sekarang aja amerika sedang kewalahan dan meminta warganya divaksin. Jadi jangan termakan hoaks,” imbuhnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *