Trestle Pelabuhan Kijing Ambruk, Ini Klarifikasi Pelindo II

  • Whatsapp

Pontianak – General Manager PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak Udin Mahmudin mengatakan penyebab terjadinya Trestle Terminal Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah ambruk karena ada cuaca ekstrem.

“Berdasarkan press release dari BMKG Kalimatan Barat, terjadi cuaca ekstrem di area Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah sejak Selasa, 13 Juli 2021. Dengan kondisi gelombang laut tinggi mencapai lebih dari 2,5 meter dan kecepatan angin lebih dari 32 knot mengakibatkan kapal-kapal tongkang konstruksi yang sedang sandar di area Terminal Kijing terputus talinya lalu larat tak terkendali,”ujar Mahmudin melalui keterangan tertulis pada Kamis, 15 Juli 2021.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, Sebanyak tujuh kapal tongkang konstruksi larat/terlepas di mana tiga kapal tongkang menabrak tiang pancang trestle (jalur penghubung sisi darat dengan sisi laut) sehingga mengakibatkan ambruknya sebagian trestle serta empat tongkang lainnya menabrak area pendukung di belakang dermaga.

Berdasarkan peringatan dari BMKG Kalbar tersebut, pihak Terminal Kijing telah menghentikan kegiatan konstruksi dan operasional sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Saat ini perwakilan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC Cabang Pontianak, KSOP Pontianak dan PT WIKA selaku kontraktor Proyek Terminal Kijing telah berada di lokasi untuk melakukan koordinasi penanganan tetapi hingga saat ini masih terkendala cuaca.
Saat ini pihak terminal tengah melakukan proses evakuasi menggunakan tug boat dan tongkang terhadap mereka yang berada di area dermaga. Dalam waktu dekat, PT WIKA akan segera melakukan recovery terhadap kerusakan konstruksi terminal,”ujarnya.

Tentang IPC:

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia mempunyai visi untuk menjadi ekosistem maritim berkelas dunia. IPC memiliki 12 (dua belas) cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam dan Tanjung Pandan.

Selain itu, IPC memiliki 17 (tujuh belas) anak perusahaan dan perusahaan afiliasi yang terdiri atas PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Jakarta International Container Terminal, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT Pengerukan Indonesia, PT Electronic Data Interchange Indonesia, PT Terminal Petikemas Indonesia, PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, PT IPC Terminal Petikemas, PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Multi Terminal Indonesia, PT Jasa Armada

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
25 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
25 %
Surprise
Surprise
50 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *